UU Cipta Kerja Tekan Kampanye Negatif Sawit Pada Pasar Global

  • Whatsapp
UU Cipta Kerja Tekan Kampanye Negatif Sawit Pada Pasar Global
banner 300x250

Havana88Ekonomi, Pelaku usaha dan buruh sawit sepakat menjalankan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan peraturan pelaksananya. Regulasi ini diperlukan agar daya saing sawit semakin kuat menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, dan perlindungan hak pekerja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam dialog webinar bertemakan Bedah UU Cipta Kerja Bagi Sawit Borneo Berkelanjutan.

Read More

Pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Cipta Kerja yang diharapkan menjadi stimulus ekonomi. Dalam kondisi normal tanpa pandemi, harapannya regulasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi 5,7 persen sampai 6 persen melalui penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan volume ekspor.

Musdhalifah menjelaskan bahwa UU Cipta Kerja idealnya disikapi positif oleh pelaku usaha dan pekerja di Indonesia, khususnya di sektor kelapa sawit karena meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.

Ia menambahkan, UU Cipta Kerja akan meningkatkan keberterimaan produk sawit Indonesia di pasar global dan memperkuat citra positif kelapa sawit berkelanjutan.

Ini dapat berdampak pada naiknya penerimaan negara dan memperbaiki tingkat kesejahteraan rakyat khususnya perusahaan dan pekerja di sektor kelapa sawit Indonesia.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang, menjelaskan Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan hukum dalam rangka penciptaan lapangan kerja yang seluas-luasnya, meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan adaptif dalam upaya peningkatan kualitas perlindungan terhadap pekerja.

Pernah Alami Kampanye Negatif

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono, mengatakan industri sawit selama tiga tahun terakhir menghadapi gempuran kampanye negatif yang berkaitan ketenagakerjaan.

Kalau dulu, kampanye negatif memakai isu orang hutan dan lingkungan tetapi sekarang beralih pekerja perempuan dan anak.

Sekretaris Eksekutif Jejaring/Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia Nursanna Marpaung mengatakan organisasinya telah membangun kerjasama yang baik semenjak 2017 melalui serangkaian kegiatan seperti pelatihan dan workshop bersama di beberapa wilayah dan riset tentang pekerja perempuan bersama HUKATAN.

Saat ini, jumlah anggota JAPBUSI mencapai 2 juta orang yang tersebar di Indonesia.

Di bidang Ketenagakerjaan, GAPKI mengadopsi praktik ketenagakerjaan terbaik untuk selanjutnya dibagikan kepada anggotanya.

Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI, menerangkan pemahaman kerja layak perlu diketahui perusahaan, pekerja, dan petani sehingga terwujud keinginan bersama sawit berkelanjutan.

Menurutnya, GAPKI telah banyak melakukan inisiatif di bidang Ketenagakerjaan, seperti pelatihan KNK (Kader Norma Ketenagakerjaan) dan membuat Buku Panduan Praktis Perlindungan Hak Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit, yang disusun oleh GAPKI bekerjasama dengan CNV Indonesia dan Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkayuan dan Pertanian (F-Hukatan).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250