Usai Autopsi Pendeta Yeremia, Komnas HAM Duga Ada Tindakan Fisik

  • Whatsapp
Usai Autopsi Pendeta Yeremia, Komnas HAM Duga Ada Tindakan Fisik
banner 300x250

Havana88 – Komisioner Pemantau/Investigasi Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, penggalian dan otopsi jenazah Pastor Yeremia Zanambani telah dilakukan dengan cukup baik karena melibatkan masyarakat Hitadipa dan lembaga pengawas.

Salah satu poin yang disoroti, kata Anam, adalah kesimpulan bahwa Pendeta Yeremia meninggal karena kehabisan darah setelah ditembak.

Read More

Anam dalam konferensi pers virtual menjelaskan bahwa yang menjadi sorotan, ini sebenarnya terkait dengan temuan Komnas HAM, saat itu dikatakan Pastor Jeremiah meninggal karena kehabisan darah akibat luka tembak dari jarak dekat, kedua adanya potensi kontak badan, potensi aksi fisik sebelum meninggal atau bahkan di antara penembakan. Kontak tubuh ini sedang diuji, Minggu (6/6).

Ia menjelaskan, proses penggalian dan otopsi melibatkan tim ahli forensik dari Makassar dan Puskesmas Polda Papua. Proses otopsi memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan di laboratorium forensik dan ilmiah di universitas yang tidak disebutkan namanya.

Komnas HAM, lanjut Anam, akan terus memantau prosesnya karena semangat transparan dan independen dalam mengungkap kasus sejak awal.

Anam menambahkan bahwa hasil otopsi bisa memakan waktu antara 1 sampai 2 bulan karena ada beberapa bagian yang diambil dan butuh waktu untuk membuktikan secara ilmiah apakah benar dia meninggal karena pendarahan karena tembakan atau karena kematian lainnya, kekerasan selain penembakan? itu diuji secara ilmiah dan kami mendapat penjelasan tentang prosesnya dan sebagainya, kami menghargainya.

Penggalian serta autopsi jenazah Pastor Yeremia Zanambani dilakukan pada hari Sabtu (5/6) sekitar pukul 09.00-11.30 WIB di Hitadipa, Intan Jaya, Papua.

Kegiatan tersebut juga melibatkan para pendamping keluarga korban, komunitas Hitadipa, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Kompolnas hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sebelumnya, penyelidikan Komnas HAM menemukan bahwa tersangka pelaku penembakan Pastor Yeremia Zanambani adalah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius.

Kesimpulan ini didapat berdasarkan pengakuan Yeremia sebelum meninggal kepada dua orang saksi. Serta keterangan saksi lain yang melihat Alpius di sekitar kandang babi, tempat Yeremia menghembuskan nafas terakhirnya.

Anam saat dikonfirmasi melalui keterangan resminya, diduga pelaku adalah Alpius, Wakil Danramil Hitadipa, Kamis (5/11).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250