Upaya KKP Dorong Persaingan Produk-produk Perikanan Dalam Negri di Pasar Global

  • Whatsapp
Upaya KKP Dorong Persaingan Produk-produk Perikanan Dalam Negri di Pasar Global
banner 300x250

Havana88Ekonomi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan sejumlah langkah untuk mendorong persaingan produk perikanan dalam negeri agar dapat bersaing di pasar global, antara lain dengan memfasilitasi layanan perizinan dan sertifikasi yang menjadi syarat pemasaran produk.

Sebagai salah satu pengekspor produk perikanan terbesar di dunia, Indonesia mencatat total ekspor sebesar US $ 5,2 miliar atau sekitar Rp 72,8 triliun pada tahun 2020, dengan US $ 8 miliar berasal dari ikan konsumsi. Negara tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat US $ 561 juta (45 persen dari total nilai ekspor), China US $ 171 juta (14 persen), Jepang US $ 138 juta (11 persen), Asean US $ 133 juta (10,6 persen), Uni Eropa US $ 62 juta (5 persen), dan Timur Tengah US $ 28 juta (2 persen). Sedangkan komoditi ekspor utama antara lain udang sebesar US $ 527 juta; tuna, cakalang dan tuna US $ 169 juta; cumi-cumi, sotong, gurita US $ 128 juta, rajungan US $ 103 juta, rumput laut US $ 64 juta, dan layur US $ 22 juta.

Read More

Menteri Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa industri perikanan terutama yang berorientasi ekspor telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selama pandemi Covid-19, ekspor perikanan menunjukkan tren positif.

“Sektor perikanan ini tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada hasil perikanan. Selain itu sektor ini banyak menyerap tenaga kerja,” kata Trenggono.

Berdasarkan data awal BPS, nilai ekspor produk perikanan pada Maret 2021 mencapai US $ 476 juta, meningkat 19 persen masing-masing dari Februari 2021 dan 12 persen dari Maret 2020. Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor Produk perikanan mencapai US $ 1,27 miliar, naik 1,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 dengan surplus neraca perdagangan US $ 1,14 miliar, atau naik 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap industri perikanan, Trenggono mengimbau kepada eksportir perikanan untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan, baik tentang pajak maupun jaminan sosial bagi awak kapal.

“Saya berharap kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah tidak disalahartikan dengan melanggar ketentuan yang ada. Dengan melaporkan harga jual yang lebih rendah dari harga jual sebenarnya yang bertujuan untuk mengurangi pajak, pengambilan ikan tidak membayar penerimaan negara bukan pajak ( PNBP), maka pajak penjualan diturunkan, itu nama yang tidak bela negara, ”ucapnya.

Lebih lanjut, Trenggono memastikan kementeriannya tidak akan memberikan toleransi kepada eksportir yang terbukti melanggar aturan hukum atau administratif. Ia menginginkan usaha di sektor perikanan berjalan dengan sehat, baik untuk kelangsungan industri, pemerintah, maupun pekerja di dalamnya.

Sebagai informasi, di bidang perikanan tangkap, KKP yang berada di bawah komando Trenggono memiliki program terobosan, yaitu peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sub sektor perikanan tangkap.

Program ini bertujuan agar wajah perikanan tangkap Indonesia semakin modern dan ramah lingkungan, baik dari segi infrastruktur pelabuhan, navigasi kapal, maupun alat tangkap yang digunakan. Selain itu, program ini juga untuk mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250