Tujuan Buang Jasad Diduga Pasien Covid di Sungai India Akhirnya Terkuak

  • Whatsapp
Tujuan Buang Jasad Diduga Pasien Covid di Sungai India Akhirnya Terkuak
banner 300x250

Havana88 – Mayat warga yang terjangkit Covid-19 dan dibuang di Sungai Gangga, India, diduga dipicu oleh kemiskinan dan ketakutan warga di daerah terpencil terhadap penyakit tersebut. Ini ditulis dalam surat resmi pemerintah yang dilihat oleh Reuters.

Beberapa waktu lalu, beredar foto jenazah yang sedang hanyut di Sungai Gangga, sungai yang disucikan umat Hindu.

Read More

Foto ini mengejutkan negara yang menghadapi gelombang kedua Covid-19. Surat tersebut dikirim oleh pejabat senior negara, Manoj Kumar Singh, kepada bupati.

Dalam surat tersebut dia menyebutkan kemungkinan peningkatan pembuangan jenazah ke sungai karena lebih sedikit biaya untuk membeli bahan seperti kayu bakar untuk kremasi, keyakinan agama di beberapa komunitas, dan keluarga yang meninggalkan korban COVID-19 karena takut tertangkap.

Untuk itu, dia meminta aparat desa memastikan tidak ada jenazah yang dibuang ke air. Dia juga berjanji bahwa pemerintah negara bagian akan membayar keluarga miskin masing-masing 5.000 rupee (Rp.975.000; kurs Rp.194,82) untuk mengkremasi atau menguburkan tubuh mereka.

Negara juga meminta polisi untuk berpatroli di sungai untuk menghentikan latihan tersebut. Lonjakan kematian di banyak tempat telah menyebabkan penumpukan di krematorium dan menggandakan biaya upacara kremasi.

“Pemerintah mendapat informasi bahwa jenazah mereka yang meninggal karena COVID-19 atau penyakit lain dibuang ke sungai bukannya dibuang sesuai ritual yang tepat,” kata seorang pejabat senior negara, Manoj Kumar Singh, dalam surat tertanggal 14 Mei kepada bupati ditinjau oleh Reuters.

Pernyataan Singh itu dilontarkan setelah Perdana Menteri Narendra Modi meminta pejabat untuk memperkuat perawatan kesehatan di pedesaan.

Pasalnya, saat ini penularan Covid-19 juga marak terjadi di desa-desa setelah melanda kota-kota. Banyak media yang sudah mengaitkan peningkatan jumlah mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Gangga serta beberapa anak sungai lainnya dengan pandemi virus corona. Namun, negara bagian Uttar Pradesh di India utara belum mengungkapkan secara terbuka penyebab kematian jenazah-jenazah ini.

India secara resmi telah melaporkan sekitar 4.000 kematian setiap hari akibat penyakit itu selama hampir dua minggu, tetapi para ahli kesehatan mengatakan jumlah korban kemungkinan jauh lebih tinggi karena pengujian yang buruk di daerah pedesaan dan faktor lainnya.

Pada hari Sabtu Uttar Pradesh Navneet Sehgal selaku juru bicara membantah laporan media lokal bahwa sebanyak 2.000 mayat korban COVID-19 telah ditemukan dari sungai di negara bagian serta tetangga Bihar dalam beberapa hari terakhir.

“Kami terus menemukan 10 hingga 20 mayat sesekali,” kata Sehgal kepada Reuters, menambahkan bahwa beberapa desa di tepi sungai tidak mengkremasi tubuh mereka karena tradisi Hindu mereka.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250