Tingkat Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Jabar Masih Rendah

  • Whatsapp
Tingkat Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Jabar Masih Rendah
banner 300x250

Havana88 – Cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Jawa Barat masih rendah. Pemprov Jabar juga meminta kota / kabupaten menerapkan pick up strategy untuk memperluas cakupan vaksinasi.

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Bidang Kesehatan Marion Siagian mengatakan, jumlah target lansia di Jabar sendiri mencapai 4.403.983 orang.

Read More

Berdasarkan data pen-proud.udata.id per 26 Mei 2021, lansia yang pernah disuntik dosis I hanya 391.449 orang atau 8,89 persen, sedangkan lansia yang pernah disuntik dosis II sekitar 270.812 orang atau 6,15 persen.

Marion tidak memungkiri cakupan vaksinasi lansia di Jawa Barat relatif rendah. Menurut dia, selain jarak ke pos vaksinasi dan komorbiditas, banyak lansia yang tidak mau divaksinasi, dan masih ada anggota keluarga yang memiliki lansia yang tidak ingin kerabat lansia menjalani vaksinasi Covid-19.

“Ada beberapa keterbatasan bagi lansia untuk mengikuti vaksinasi, seperti faktor usia yang tidak memungkinkan untuk pergi ke lokasi pelayanan vaksinasi sendirian. Perlu ada keluarga yang mendampingi mereka. Kemudian penyakit komorbidnya lebih banyak. biasa terjadi pada orang tua, “kata Marion, Minggu (30/5).

Untuk itu, kata Marion, pembangunan pos vaksinasi hingga tingkat desa / kecamatan perlu dilakukan agar para lansia lebih dekat dengan lokasi suntikan vaksin. Apalagi jarak dari pos vaksinasi menjadi salah satu kendala dalam melakukan vaksinasi bagi lansia.

“Kami akan secara agresif mengedukasi dan menginformasikan kepada para lansia dan keluarga yang memiliki lansia untuk dibawa ke vaksinasi. Kami juga akan memobilisasi para lansia dengan mendaftar dan mengatur pemindahan lansia ke fasilitas vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Situasi vaksinasi lansia di Jawa Barat berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi bagi pegawai negeri yang menjalani suntikan vaksin sesuai dengan domisili panti.

Cakupan vaksinasi untuk pegawai negeri di Jawa Barat juga telah mencapai 64,50 persen untuk target dosis pertama sebanyak 2.195.338 orang.

Selain gencar melakukan akselerasi vaksinasi untuk lansia, Pemprov Jabar fokus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran. Marion mengatakan, jika kasus positif Covid-19 di Jabar meningkat, pihaknya akan meningkatkan kapasitas rumah sakit dengan meningkatkan pelayanan ruang isolasi biasa, ruang isolasi bertekanan negatif, dan ICU.

“Strategi kami selanjutnya adalah menambah rumah sakit darurat dan pusat isolasi untuk gejala ringan pasien Covid-19, menyiapkan rujukan antar kabupaten / kota dan antar provinsi, serta menambah alat kesehatan untuk mendukung pemulihan pasien Covid-19 dan obat-obatan untuk Covid- 19 pasien, “katanya.

Selain itu, Mario juga mengatakan, pihaknya menyiapkan tenaga kesehatan yang memberikan layanan bagi pasien Covid-19 serta alat pelindung diri (APD) dan bahan habis pakai yang dibutuhkan untuk memberikan layanan bagi pasien Covid-19.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19, Pemprov Jabar akan memperkuat 3T (tes, penelusuran, dan pengobatan lanjutan).

Marion juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M (cuci tangan, pakai masker, menjaga jarak, menjauh dari keramaian, dan membatasi interaksi-mobilisasi).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250