Terkait Kasus Perbankan, Dua Buron Ditangkap di Sumut dan Jabar

  • Whatsapp
Terkait Kasus Perbankan, Dua Buron Ditangkap di Sumut dan Jabar
banner 300x250

Havana88 – Dua mantan pejabat perbankan yang menjadi buronan kasus korupsi dan penipuan di Sumatera Utara dan Jawa Barat ditangkap pada hari yang sama. Pertama, buron kasus korupsi penyaluran kredit petani yang merugikan negara sebesar Rp10 miliar, Yoan Putra.

Mantan pejabat administrasi perkreditan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu ditangkap Selasa (25/5) sore.

Read More

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut Dwi Setyo Budi Utomo menuturkan bahwa yang bersangkutan ditangkap sekitar pukul 11.00 WIB di Pasar Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Saat tersangka ditangkap, tersangka tidak melawan, Selasa (25/5).

Yoan Putra sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyaluran kredit komersial badan usaha di BRI Cabang Kabanjahe tahun 2016-2017 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp10 miliar.

Ia kemudian menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dipecat dari BRI Kabanjahe. Istri tersangka yang berprofesi sebagai guru SD di Sunggal Kanan ini juga sangat merahasiakannya dalam memberi informasi, begitu pula orang tuanya.

“Dalam pelariannya, tersangka bekerja sebagai pengusaha atau penjual daging kambing yang didistribusikan ke pasar-pasar di wilayah Medan,” jelas Dwi.

“Tersangka memang orang yang sangat dicari. Setelah diberhentikan dari BRI Kabanjahe, ia sangat sulit dilacak. Ayahnya yang juga pensiunan Polri tinggal tidak jauh dari rumah Yoan Putra, dan selalu tutup,” sambungnya.

Dwi Setyo menambahkan, tersangka Yoan Putra selalu berpindah-pindah selama menjadi buronan. Terakhir, tersangka tercatat menyewa rumah di Jalan Sekip Kelambir V Dusun 2, Kecamatan Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang.

“Dan tidak jauh dari lokasi kontrakannya, tersangka juga memiliki usaha beternak kambing yang akan dijual ke pasar. Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa ke Kejaksaan Sumut untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini, YP sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk menjalani proses hukum sebagai tersangka.

Pada hari yang sama, Kejaksaan Agung juga menangkap terpidana Nurbaiti alias Betty binti Munir Supardi dalam kasus penipuan perbankan yang menjadi buron, Selasa (25/5) pukul 14.15 WIB di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Pusat Informasi Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan buronan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sejak 2016 adalah mantan petugas pemasaran di sebuah bank swasta yang melakukan penipuan terhadap nasabahnya.

Modusnya, dia meminta tanda tangan di slip penarikan kosong. Seolah-olah nasabah menabung dari produk investasi yang bisa memberikan return 10-20 persen dibandingkan tabungan biasa.

“Transaksi yang dilakukan oleh tergugat menggunakan pola cash to cash. Penarikan dari satu nasabah dan setoran tunai ke nasabah lain,” imbuh Leonard.

Nasabah mengalami kerugian hingga Rp 22,24 miliar akibat penipuan tersebut. Dia juga telah divonis di pengadilan di tingkat Mahkamah Agung. Hakim memvonisnya delapan tahun penjara dan divonis membayar denda Rp1 miliar satu tahun penjara.

Selain itu, adanya penangkapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kapal nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2012, berinisial ARF.

Buronan sejak 2016, ditangkap saat berada di parkiran sebuah rumah sakit di Makassar, Senin (24/5). Proyek pengadaan tersebut membutuhkan anggaran Rp 2,4 miliar untuk pengadaan dua unit kapal penangkap ikan berukuran 30 GT.

Dimana ARF saat itu adalah Direktur PT Phinisi Semesta Bulukumba. Dalam kasus korupsi ini, kata Idil, Kejaksaan Bulukumba, kerugian negara mencapai Rp 424 juta. Namun, kasus tersebut masih diproses di kejaksaan.

Para buronan terkait kasus korupsi dalam pengadaan kapal ikan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bulukumba adanya kerugian dalam keuangan negara sebesar Rp 424 juta. Akan tetapi, kasus itu masih berproses di kejaksaaan.

Buronan kasus korupsi pengadaan kapal ikan telah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk secepatnya menyelesaikan proses penyidikan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250