Terduga Teroris Ajukan Praperadilan, Ditangkap 21 Hari

  • Whatsapp
Terduga Teroris Ajukan Praperadilan, Ditangkap 21 Hari
banner 300x250

Havana88 – Dua terduga teroris yang ditangkap Detasemen Densus 88 / Polri Antiteror akan mengajukan praperadilan terkait masa penangkapan yang telah melewati batas waktu, Jumat (28/5).

Keduanya adalah Wahyudin dan Muslimin yang ditangkap Densus 88 pada pertengahan dan akhir April 2021.

Read More

Mereka saat ini didampingi tim dari Lembaga Bantuan Hukum Muslim (LBH) Makassar. Ketua LBH Muslim Makassar Abdullah Mahir mengatakan, pengajuan praperadilan tersebut dikarenakan ketidakjelasan status kedua kliennya.

“Terkait terduga teroris, statusnya belum jelas,” kata Abdullah Mahir, Jumat (28/5).

Mahir mengatakan, dua kliennya memang pernah mengikuti pengajian di Villa Mutiara pada 2015. Namun, dalam dua tahun terakhir kliennya tidak pernah mengikuti pengajian.

Dari keterangan istri keduanya, mereka sudah tidak aktif lagi karena tidak cocok dan mungkin datanya sudah tercatat di sana, katanya. Namun, kata dia, polisi belum memberikan kejelasan status keduanya.

Sementara itu, jangka waktu penangkapan Wahyudi dan Muslimin hanya 21 hari sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Pihaknya sudah menghubungi Kepala Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, 18 Mei lalu.

Namun, kata Mahir, Zulpan mengaku belum mendapat kabar terbaru mengenai status kedua terduga teroris tersebut.

Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini kami belum menerima surat dari penyidik ​​Densus 88, baik surat perintah penangkapan, surat penggeledahan, maupun surat perintah penangkapan. Jika tidak ada tanggapan dari Detasemen Khusus, maka dalam tujuh hari ke depan kami akan melakukan praperadilan di PN. Makassar.

Selain itu, saat melakukan penggeledahan di rumah kliennya, Densus 88 tidak membawa barang apapun dan tidak menunjukkan surat penggeledahan.

Mahir menuturkan bahwa di rumah Muslim Densus ditemukan satu senapan angin. Tapi senapan angin itu diambil dari rumah mertuanya.

Sebelumnya, penyidik ​​Densus 88 menetapkan 53 terduga teroris sebagai tersangka terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Maret lalu.

“Kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar memiliki 53 tersangka. Di antaranya tujuh perempuan dan 46 laki-laki,” kata Zulpan, 18 Mei.

Saat ini, para tersangka sudah ditahan di Mapolda Sulsel selama 20 hari ke depan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pasal 28 UU Terorisme menyebutkan bahwa penyidik ​​memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menangkap terduga teroris berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Masa penangkapan bisa diperpanjang tujuh hari dengan izin ketua pengadilan negeri setempat. Sedangkan selama masa penyidikan, tersangka terorisme bisa ditahan 270 hari atau 9 bulan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250