Terancam Hukuman Seumur Hidup Untuk Tiga Pengibar Bendera RMS

  • Whatsapp
Terancam Hukuman Seumur Hidup Untuk Tiga Pengibar Bendera RMS
banner 300x250

Havana88 – Dalam kasus pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Desa Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu (15/5), AP (32), ML (43), dan FP ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dibawa dari Polsek Saparua ke Polda Ambon, Sabtu (15/5) malam,” kata Kasubbag Humas Polda Ambon dan Kepulauan Lease Ipda Izaac Leatemia saat dihubungi, Minggu (16/5) sore.

Read More

AP (32), ML (43) dan FP dijerat pasal 106 KUHP tentang makar dan atau pasal 110 KUHP tentang persekongkolan terkait makar dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Kini, anggota Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang berafiliasi dengan Republik Maluku Selatan (RMS) itu ditangkap di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Ambon.

Ia mengatakan bahwa awalnya polisi menangkap AP (32) dan ML (43), tapi setelah dikembangkan ada satu yang berinisial FP, sehingga jumlah tersangka menjadi tiga orang.

Ia menjelaskan, salah satu aktor berinisial FP adalah pemain lama atau residivis, sedangkan dua rekannya berinisial AP dan ML merupakan aktor baru.

Sebelumnya, AP (32) dan ML (42) RMS yang merupakan simpatisan, ditangkap Polsek Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Mereka ditangkap usai mengibarkan empat bendera RMS pada acara puncak HUT Pattimura ke 204 di Desa Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah, Sabtu (15/5).

“Penangkapan terjadi pada Sabtu (15/5) pukul 10.00 WIB setelah dua bendera berkibar di atas pohon mangga di belakang rumah kera Manuputty pukul 02.30 WIB, dan dua lagi di depan rumah Sekretaris Negara Ulath Wempy Telehala pukul 09.55 WIB. WIT, ”kata Kapolsek Saparua AKP Roni. F. Manawan, Sabtu (15/5).

Tim Regu Patroli Polsek Saparua yang dipimpin Kapolsek AKP Roni F. Manawan lalu menangkap AP (32) dan ML (42) dan barang bukti empat buah bendera RMS berukuran 2 meter kali 110 cm pukul 10.00 WIT.

Mereka, langsung digelandang menuju Polrrsta Ambon dan Pulau-pulau Lease dengan pengawalan bersenjata lengkap daru anggota Buser Polresta Ambon pada Sabtu (15/5) petang.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250