Sempat Pijat-Kerokan Bareng, Puluhan Warga Jogja Terpapar Covid

  • Whatsapp
Sempat Pijat-Kerokan Bareng, Puluhan Warga Jogja Terpapar Covid
banner 300x250

Havana88 – Puluhan warga di kawasan RT 56 di RW 12 Kelurahan Wirobrajan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta positif terjangkit virus Covid-19.

Belum diketahui secara pasti mengapa puluhan warga di satu desa tertular Covid-19. Ada sejumlah dugaan. Salah satunya yakin mereka saling memijat dan menggosok hingga terjangkit virus corona. Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Satgas Covid-19 masih menyelidiki sumber penularan sehingga 10 orang dinyatakan positif.

Read More

“Pelaksanaan protokol kesehatan di daerah itu belum maksimal. Bahkan ada acara buka puasa bersama keluarga besar. Ada juga problem kepadatan rumah hunian di kawasan itu,” kata Heroe dalam keterangannya, Senin (9/5).

Heroe menuturkan, sederet kasus terdeteksi menyusul seorang perempuan lanjut usia di kawasan itu yang sakit pada 13 April 2021. Hingga kemudian dinyatakan positif Covid-19 usai dibawa ke rumah sakit.

Sebuah pelacakan kontak kemudian dilakukan. Akibatnya, keluarga inti, termasuk anak dan suaminya yang sudah lanjut usia, juga terjangkit Covid-19.

Tetangga yang merupakan kerabat dari pasien pertama dan keluarganya juga positif mengidap Covid-19.

“Kebetulan anaknya adalah perawat dari rumah sakit di luar kota dan akhirnya beberapa anggota yang lain juga positif,” terang Heroe.

“Begitu juga beberapa anggota keluarga di depan rumah ibu yang meninggal, juga terjangkit Covid-19. Bahkan oleh keluarga besarnya, rumah tersebut digunakan untuk buka puasa bersama oleh keluarga besar, ”lanjutnya.

Heroe menambahkan bahwa kawasan RT 56 di RW 12 Wirobrajan merupakan kawasan padat penduduk. Sebagian besar penghuninya masih satu keluarga besar, sehingga jarak antar rumah tidak terlalu jauh.

Melihat fakta di lapangan, Heroe menilai masih sangat sulit untuk menentukan sumber penularan awal.

“Dulu bulan Ramadhan, keluarga besar buka puasa bersama. Tapi ibu (pasien meninggal) sakit atau tidak, belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Hingga Senin sore (10/5), terdapat sepuluh orang yang dinyatakan positif melalui uji polymerase chain reaction (PCR). Sembilan dirawat di rumah sakit dan satu di isolasi sendiri. Kemudian ada 20 orang lagi yang dinyatakan positif tes antigen.

Mereka sudah menjalani tes PCR dan masih menunggu hasilnya.

“Dari semua kasus tersebut, hingga saat ini ada empat rumah positif PCR, dan sebelas rumah positif antigen. Tapi sekali lagi rumah warga sangat berdekatan,” kata Heroe.

Dinkes Kota Yogyakarta juga hari ini memfasilitasi pemeriksaan antigen terhadap 50 orang yang diduga melakukan kontak. Meski begitu, hanya 39 warga yang berpartisipasi.

Selain itu, mobilitas di desa dibatasi melalui karantina regional. Sejumlah aktivitas di luar rumah dilarang demi menekan laju penularan.

“Kegiatan ibadah Ramadhan di kampung juga tidak diperbolehkan di masjid, tapi di rumah individu. Termasuk untuk shalat Id mendatang,” pungkas Heroe.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250