Seluruh Satpam RS Siloam Palembang Diganti

  • Whatsapp
RS Siloam Palembang
banner 300x250

Havana88Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang mengganti semua satpam setelah terjadi insiden penganiayaan terhadap perawat oleh keluarga pasien. Direktur Utama Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Bona Fernando mengatakan, petugas keamanan tersebut berasal dari pihak ketiga.

Dalam video viral tersebut, saat terjadi penganiayaan, salah satu petugas keamanan di lokasi terlihat tidak tanggap dalam melindungi perawat. Bona mengaku, pihaknya telah berdiskusi dengan vendor jasa keamanan dan melakukan beberapa tindakan, di antaranya pembinaan, rotasi, dan relokasi petugas keamanan.

Read More

“Semuanya diserahkan ke pihak ketiga. Menanggapi kasus kemarin sedang dilakukan vendor. Sudah dilakukan evaluasi dari vendor,” ujarnya.

Menurut Bona, kebijakan terkait pemutusan kontrak kerja atau hal-hal lain yang berkaitan dengan petugas keamanan menjadi kewenangan penyedia jasa keamanan.

“Dari vendor juga ada pelatihan dan penyegaran, yang jelas kita evaluasi. Mereka dilatih ulang, dibina, dan dilihat sejauh mana standar kerja bisa dikuasai,” kata Bona.

Sebelumnya, penganiayaan terjadi pada Kamis (15/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka seperti memar di bagian mata kiri, bengkak di bibir, serta nyeri di bagian perut. Lalu korban akhirnya melapor ke Polda Palembang kemudian diterima Polri Nomor: LP / 682 / IV / 2021 / SPKT / Polrestabes Palembang / PoldaSumsel.

Dalam video tersebut, beberapa pegawai rumah sakit menyaksikan kejadian tersebut. Ada juga petugas keamanan yang mencoba turun tangan.

Selain itu, ada seorang pria berpakaian preman yang mengaku polisi berusaha membubarkan keributan tersebut. Dalam kasus ini, Jason Tjakrawinata ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Palembang.

Jason didakwa pasal 351 KUHP, terancam hukuman 2 tahun 8 bulan penjara karena menganiaya perawat di Rumah Sakit Siloam.

Selain itu, Jason juga didakwa merusak ponsel milik perawat RS Siloam lainnya, berinisial AR, yang saat kejadian merekam kerusuhan tersebut.

Jason Tjakrawinata sudah mengakui perbuatannya dan juga meminta maaf. Dia mengaku menganiaya perawat itu karena emosi sesaat.

“Mendengar anak saya menangis dalam perjalanan pulang dari RS Siloam, saya begitu haru sehingga saya pergi ke perawat di rumah sakit tersebut,” kata Jason di Mapolda Palembang, Sabtu (17/4).

“Anak saya sudah dirawat di sana selama empat hari dan saya harus bolak-balik melihatnya. Mendengar infus anak saya dilepas sampai anak saya menangis, saya tidak terima,” lanjutnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250