Sebelum PTM Juli, KPAI Minta Pemda Petakan Klaster Keluarga

  • Whatsapp
Sebelum PTM Juli, KPAI Minta Pemda Petakan Klaster Keluarga
banner 300x250

Havana88 – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hak Sipil Jasra Putra mengatakan, setiap pemerintah daerah (Pemda) harus membuat peta klaster keluarga sebelum sekolah dengan skema pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka Juli mendatang.

Jasra mengatakan pemetaan itu penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan potensi terbentuknya klaster baru di sekolah.

Read More

“Karena kalau kita lihat Covid, muncul klaster keluarga, selain klaster pendidikan, awalnya dimulai dari keluarga,” kata Jasra saat Press Conference ‘Apakah Belajar Tatap Muka Aman Juli 2021?’ yang disiarkan online, Minggu (6/6).

Jasra mengatakan dalam pemetaan keluarga, bukan hanya anak-anak yang harus dilacak kesehatannya, tetapi juga setiap anggota keluarga.

Dikatakannya, setiap anggota keluarga harus dipastikan tidak memiliki penyakit penyerta. Menurut Jasra, penggeledahan dilakukan karena risiko pajanan anak lebih tinggi jika ada anggota keluarga yang komorbid.

Jasra menyarankan agar anak-anak yang memiliki atau dengan orang komorbiditas untuk tidak mengikuti PTM.

“Jadi Juli harus dipastikan. Kalau ibu atau bapaknya ada penyakit penyerta, saya kira tidak usah memaksakan anaknya ke PTM karena risiko penularannya di sekolah cukup tinggi,” ujarnya.

“Oleh karena itu pemetaan ini harus diselesaikan, agar mahasiswa mana yang bisa PTM, mana yang bukan karena kondisi keluarga, apakah ibu atau neneknya komorbid,” imbuhnya.

Sebelumnya, ditemukan beberapa kasus positif terhadap mahasiswa usai mengikuti PTM. Sebanyak 43 siswa SMA Negeri 1 Sumatera Barat di Padang, Sumatera Barat terkonfirmasi positif Covid setelah mengikuti pembelajaran tatap muka dan tinggal di asrama sekolah.

Kepala SMAN 1 Sumbar Budi Hermawan dalam surat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Sumbar, menyebutkan bahwa jumlah siswa yang positif sebanyak 43 orang dengan rincian empat orang putri yang dibawa oleh orang tuanya diisolasi di rumah sakit terdekat dengan rumah siswa tersebut, Selasa (30/3).

Sementara itu, sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Jawa Tengah, juga terkonfirmasi positif Covid-19 usai PTM, Rabu (2/6).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250