Sasaran Vaksinasi Akan Diubah Sesuai Umur Oleh Kemenkes

  • Whatsapp
Sasaran Vaksinasi Akan Diubah Sesuai Umur Oleh Kemenkes
banner 300x250

Havana88 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mengubah target vaksinasi Covid-19 sesuai urutan usia berdasarkan kerentanan terpapar virus corona.

“Nanti mungkin kalau vaksinnya ternyata tidak mencukupi, kami akan [memvaksinasi] seluruh masyarakat kami berdasarkan usia,” kata Nadia dalam acara online yang digelar Lapor Covid-19, Jumat (4/6).

Read More

Nadia mengatakan, rencana perubahan target itu dibahas karena banyak mendapatkan kritik dari masyarakat, termasuk juga pencapaian vaksinasi untuk lansia (lansia). Program vaksinasi pada tahap kedua yang berjalan secara paralel antara petugas pelayanan publik serta lansia masih belum seimbang.

Data Kementerian Kesehatan per 3 Juni mencatat pencapaian dua dosis lengkap vaksinasi untuk lansia baru mencapai 10,5 persen, sedangkan untuk petugas pelayanan publik sudah mencapai 42,42 persen.

Nadia menegaskan bahwa pemetaan target vaksinasi Semester I, yang memprioritaskan tenaga kesehatan serta lansia sudah sesuai dengan kerentanan warga.

Ia mengatakan bahwa jika nanti tenaga kesehatan atau lansia malah tidak mendapat pendampingan, ini tentu tidak sesuai dengan stok vaksin yang sangat terbatas.

Pakar Biologi dan Molekuler Ines Atmosukarto mengatakan target vaksinasi di Indonesia masih sangat kompleks, sehingga sulit menentukan skala prioritas. Ia juga memperlihatkan bahwa vaksinasi petugas layanan publik yang didominasi non-lansia, sehingga menimbulkan adanya kecemburuan publik.

Ia juga menambahkan bahwa daripada menggunakan pekerjaan sebagai prioritas dan sulit serta mudah untuk dimanipulasi, maka mereka hanya menggunakan usia.

“Jadi, setelah lansia, tingkat usia hanya akan turun, 10 tahun ke bawah, karena usia tidak bisa berbohong,” kata Ines saat berbicara di acara yang sama.

Rendahnya Vaksinasi Pra-Lansia

Nadia melanjutkan bahwa pencapaian program vaksinasi virus corona nasional yang menargetkan usia pra lansia ataupun penduduk berusia 50 tahun ke atas masih cukup rendah.

“Kami sudah divaksinasi (berusia) 50 tahun. Kebijakan itu sudah digulirkan selama dua minggu, tapi belum terlihat pencapaian yang cukup,” kata Nadia.

Tidak hanya pada lansia, pencapaian vaksinasi pada lansia (di atas 59 tahun) juga masih tergolong rendah.

Melihat temuan tersebut, Nadia mengatakan masih ada beberapa kendala dalam memvaksinasi lansia. Mulai dari lansia yang enggan datang ke fasilitas pelayanan umum hingga pemerintah daerah yang belum memprioritaskan lansia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan juga menyebutkan masih ada beberapa puskesmas yang belum memasukkan lansia dalam kategori prioritas vaksin, padahal program ini sudah dilaksanakan sejak tahun kedua. sampai minggu ketiga bulan Maret.

Nadia mengatakan bahwa ada daerah yang sudah mulai melakukan vaksinasi bagi lansia, tapi ada juga yang belum. Kami juga pantau di awal April ini, ada 30 kabupaten/kota yang belum memberikan vaksin kepada lansia, khususnya di Indonesia Timur.

Kementerian Kesehatan sejauh ini memangkas tahapan program vaksinasi nasional dari empat tahap menjadi tiga tahap. Target vaksinasi tetap sama, yakni sebanyak 181.554.465 orang Indonesia.

Pada tahap pertama, Kementerian Kesehatan menargetkan 1,4 juta tenaga kesehatan, kemudian tahap kedua secara paralel menargetkan 21,5 juta lansia dan 17,4 petugas layanan publik.

Kemudian pada tahap ketiga, menargetkan 141,2 juta masyarakat rentan dan masyarakat umum sesuai dengan pendekatan klaster. Artinya perubahan hanya terjadi ketika tahap ketiga dan keempat digabungkan, yang akan dilakukan secara paralel.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250