Salat Ied di Semarang Tak Gunakan Lapangan Untuk Mencegah Kerumunan

  • Whatsapp
Salat Ied di Semarang Tak Gunakan Lapangan Untuk Mencegah Kerumunan
banner 300x250

Havana88 – Sholat Idul Fitri atau sholat Ied 1442 Hijriah di kota Semarang dilaksanakan tanpa menggunakan lahan lapangan yang luas.

Ibadah tahun ini difokuskan di seluruh masjid dan mushola desa dengan tujuan memecah keramaian warga di tengah pandemi Covid-19. Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang dulunya tempat utama sholat Idul Fitri sudah tidak digunakan lagi.

Read More

Masjid Baiturahman menjadi tempat menggantikan sholat Idul Fitri dengan lokasinya yang berada di kawasan Simpang Lima.

Meski begitu, jemaah yang diperbolehkan masuk dibatasi hingga 500 orang. Sebelumnya, warga harus melalui pemeriksaan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer.

Tempat sholat dan safari juga diatur jaraknya sesuai dengan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Sejumlah aparat TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan dan menata jemaah agar tidak tumpah keluar dari Masjid Baiturrahman atau bahkan menghalangi jalan kawasan Simpang Lima.

Sekretaris Panitia Sholat Ied Masjid Baiturrahman Semarang, Munajat pada Kamis (13/5), menuturkan bahwa ia sudah sosialisasikan di media massa, koran dan radio jika tidak ada salat Idul Fitri di Lapangan Simpang Lima. Pusatnya bergeser ke Masjid Baiturrahman, namun dengan protokol kesehatan yaitu membatasi jumlah jemaah hanya 500 orang, jarak aman sampai cek suhu dulu.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan larangan pemanfaatan kawasan lapangan karena kondisi pandemi masih terus berlangsung.

Sebagai gantinya, Hendrar meminta kepada seluruh pengelola masjid dan mushola yang ada di desa untuk menggelar sholat Idul Fitri dengan tujuan memecah-belah massa.

“Kita harus mengatur ini, tidak ada lagi penggunaan lapangan atau areal yang luas untuk sholat Idul Fitri.

“Sebaliknya, semua masjid dan mushola di desa harus diadakan untuk sholat Idul Fitri agar tidak terjadi keramaian dan warga memilih terdekat. tempat. Ini sudah kita komunikasikan dengan MUI, ”kata Hendrar.

Kapolrestabes Semarang Kompol Irwan Anwar mengimbau warga untuk tetap melaksanakan tata tertib kesehatan selama dan setelah salat Idul Fitri. Apalagi saat mengunjungi kuburan atau mengikuti kumpul keluarga.

“Sholat Idul Fitri berjalan dengan lancar dan aman. Kami berharap setelah sholat Idul Fitri selalu menggunakan prokes, terutama pada saat ziarah di kuburan dan silaturahmi keluarga. Jangan sampai muncul cluster baru. Personel kami juga akan memantau pemantauan di desa-desa,” Irwan menjelaskan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250