Saat Karantina Covid-19, Buron Pembobol Bank Mandiri Ditangkap

  • Whatsapp
Saat Karantina Covid-19, Buron Pembobol Bank Mandiri Ditangkap
banner 300x250

Havana88 – Kejaksaan Agung menangkap seorang buronan terpidana kasus pembobolan dana Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan, Yosef Tjahjadjaja, yang merugikan keuangan negara hingga Rp120 miliar.

Yosef sempat buron selama 15 tahun, hingga akhirnya ditangkap saat menjalani karantina di sebuah rumah sakit di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur pada Selasa (13/7).

Read More

Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama tim Ditreskrimum Polda Jabar dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengamankan para terpidana korupsi yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (13/7).

Saat ditangkap, Yosef sedang menjalani masa karantina karena diduga terpapar virus Covid-19. Namun, ia dinyatakan negatif Corona saat menjalani tes swab antigen pasca penangkapan.

Saat buron, kata Leonard, Yosef juga diburu polisi karena terlibat kasus dugaan penipuan yang menjerat dua pelaku lainnya dan sudah ditangkap Polda Jabar.

Leonard menjelaskan, Yosef mengelabui penyidik ​​polisi dan menghilang dengan memalsukan KTP Yosef Tanujaya.

Ia membenarkan bahwa yang diduga melakukan tindak pidana penipuan adalah buronan yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Yosef sebelumnya divonis di tingkat Mahkamah Agung dengan hukuman penjara 11 tahun karena dianggap bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Kasus ini dimulai pada saat Yosef menempatkan sejumlah dana di Bank Mandiri. Dia meminta kompensasi kepada bank atas penempatan dana tersebut. Sebesar Rp200 miliar simpanan tabungan yang ditempatkan di Bank Mandiri dari PT Jamsostek oleh Yosef.

Ia juga meminta agar kompensasi fasilitas dana tersebut disalurkan melalui fasilitas kredit kepada rekannya dari PT Dwinogo Manunggaling Roso.

“Melalui titipan PT Jamsostek yang telah ditempatkan di bank, terpidana Yosef Tjahjadja memanfaatkannya sebagai jaminan kredit dengan bantuan Kepala Cabang Mampang Prapatan Bank Mandiri (Terdakwa Charto Sunardo),” kata Leonard.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Cabang juga telah divonis dan divonis 15 tahun penjara. Menurut Kejagung, penyaluran dana kredit itu dibagi dalam 10 bilyet giro. Dimana pada awalnya, dana tersebut dipergunakan untuk membangun rumah sakit jantung.

Namun ternyata penyaluran kredit tersebut tidak dilakukan sesuai prosedur dan menimbulkan kerugian negara. Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi para terpidana.

“Untuk bantuan pencairan pinjaman tersebut, terpidana Yosef mendapatkan imbalan uang tunai sebesar Rp 6,4 miliar dan perusahaannya PT Rifan Financindo Sekuritas mendapatkan fee sebesar 7,5% dari total kredit yang disalurkan,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250