Saat Isolasi Mandiri, Suami Istri di Yogyakarta Meninggal

  • Whatsapp
Saat Isolasi Mandiri, Suami Istri di Yogyakarta Meninggal
banner 300x250

Havana88 – Sepasang suami istri berinisial JS dan KR, warga Karang Tengah III, Nogotirto, Sleman, Yogyakarta, dikabarkan meninggal dunia saat menjalani masa isolasi mandiri (isoman).

Dusun Karang Tengah III Surahmin mengatakan, kedua warga tersebut meninggal dunia pada Minggu (11/7) kemarin. Surahmin mengatakan, kedua warga tersebut dinyatakan positif Covid-19 pada 6 Juli 2021. Begitu pula dengan keponakan mereka yang tinggal di sebelah.

Read More

“Sebelumnya (JS dan KR) sudah sakit,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (12/7).

Sejak saat itu, kedua pasien ini menjalani isomanisme di rumah disertai pemantauan di Puskesmas setempat. JS dan KR diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta seperti diabetes dan penyakit jantung.

Surahmin mengatakan, pada Minggu, 11 Juli 2021, kemarin pihaknya telah menyerahkan bantuan asuransi jiwa (jadup) kepada JS dan KR dari pihak kelurahan melalui pengurus RT setempat bernama Senu. Karena tidak ada aktivitas di rumah mereka, Senu meminta JS dan keponakan KR untuk menghubunginya.

“Dia dipanggil keponakannya. Akhirnya Pak JS keluar, tapi pintu dibuka terus jatuh. Pak Senu yang tahu dia di isolasi tidak berani membantu. Akhirnya keponakannya menelepon ibunya di Perum (Karang Tengah) II, akhirnya ada,” jelasnya.

Saat itu juga diketahui kondisi KR di dalam rumah semakin memburuk. Surahmin mengatakan, pasien dua hari yang lalu mengeluh sesak napas sehingga harus ditolong dengan oksigen medis untuk membantu pernapasannya.

Namun, baik orang yang bersangkutan maupun keluarganya tidak pernah memberi tahu dia tentang kondisi kesehatannya yang ternyata seserius ini.

“Akhirnya satgas menelepon sekitar menjelang siang, satgas bilang saya tinggal menunggu dokter. Saya ke sana bersama satgas dan dokter dari puskesmas. Sesampai di sana, ternyata Bu (KR ) tidak ada,” tambahnya.

Dilihat dari kondisi jenazahnya, KR diperkirakan meninggal sekitar 3-4 jam sebelum satgas dan tim medis tiba. Sekitar pukul 09.00 WIB.

Satgas dan tim medis terus merawat pasien JS yang rencananya akan dibawa ke RS Dr Sardjito. Kondisinya sangat lemah dan ia mengalami sesak napas saat itu.

“Hanya sampai sejauh mana Pak JS pergi saat perjalanan ke Sardjito. Akhirnya dibawa pulang lagi untuk dijadikan tempat belajar,” jelas Surahmin.

Lebih lanjut, Surahmin mengatakan, di dusunnya terdapat 80 warga dari 17 RT dan 6 RW yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga hari ini, 26 di antaranya dinyatakan sembuh.

“Termasuk enam yang meninggal. Yang meninggal di isolasi hanya Bu KR, yang lain meninggal di rumah sakit,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250