Rizieq Shihab ditetapkan Sebagai Tersangka Penghasutan dan Kerumunan

  • Whatsapp
M Rizieq Shihab (tengah) mengangkat tangan saat meninggalkan gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu dini hari (13/12/2020).
banner 300x250

Havana88detik – Massa dari Front Pembela Islam atau FPI, Persaudaraan Alumni 212 (PA) dan beberapa kelompok lainnya akan melaksanakan aksi 1812 pada Jumat, 18 Desember 2020.

Mereka menuntut agar Rizieq Shihab dibebaskan dari tahanan di Polda Metro Jaya.

Read More

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mengeluhkan adanya campur tangan massa dalam kasus hukum tersebut sehingga Rizieq Shihab dibebaskan dari tahanan. Menurutnya, hukum harus bebas dari intervensi apapun.

“Proses hukum tidak boleh diintervensi, dipaksakan agar berjalan tidak sesuai dengan aturan hukum. Jalani saja proses hukumnya,” kata Arteria Dahlan, Kamis (17/12/2020).

Menurut Arteria, pihak Polda Metro Jaya menahan Rizieq Shihab dengan pertimbangan matang. Maka sudah sepatutnya Rizieq Shihab menjalani proses hukum.

“Habib Rizieq itu panutan, juga harus bisa menjadi panutan bagi seluruh masyarakat luas seluruh umat Islam Indonesia. Sehingga dia menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Arteria mengetahui Rizieq Shihab ditahan di Polda Metro Jaya. Bahkan, ia sempat menyampaikan pesan kepada Kapolres Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran agar lebih memperhatikan Rizieq Shihab.

“Saya terus mengawal dan meminta Kapolri memberikan perhatian yang sebaik-baiknya. Ini demi proses penegakan hukum,” ujarnya.

Namun, Arteria tak mempersoalkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, aksi tersebut merupakan salah satu bentuk pesan kepada pemerintah dan polisi.

Namun, aksi unjuk rasa tidak mengintervensi kasus hukum yang dilakukan Rizieq Shihab.

“Kalau demo ya sudahlah. Tapi kalau agenda mendesak pembebasan Habib Rizieq ya tidak bisa,” ujarnya.

Status tersangka adalah Rizieq Shihab

Seperti diketahui, Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka penghasut dan massa. Dia saat ini ditahan di Rutan Narkotika Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan atau hingga 31 Desember 2020.

Rizieq menjadi tersangka karena melanggar UU Karantina Kesehatan terkait keramaian di hari kelahiran Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan pada 14 November 2020. Selain itu, Rizieq juga dijerat pasal 160 KUHP terkait hasutan dengan ancaman hukuman. 6 tahun penjara dan 216 KUHP.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250