PT Bank Central Asia Tbk Mencatatkan Laba Bersih Rp14 Triliun Di Kuartal I-2021

  • Whatsapp
PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 14 triliun pada kuartal I 2021. Angka ini naik 18% pada periode yang sama tahun 2020 yang tercatat tahun lalu sebesar Rp 12,24 triliun.
banner 300x250

Havana88 –   PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 14 triliun pada kuartal I 2021. Angka ini naik 18% pada periode yang sama tahun 2020 yang tercatat tahun lalu sebesar Rp 12,24 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmaja mengatakan tak bisa dipungkiri di semester I 2021 kinerja BCA tetap solid meski di tengah pandemi COVID-19. Dia mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut karena basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada kuartal II tahun lalu yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit di awal pandemi.

“Kami tidak tinggal diam, kami mencoba virtualisasi, digitalisasi dan sebagainya. Dan kami memasuki kuartal pertama tahun 2021 sedikit lebih baik dari kuartal pertama tahun lalu, kuartal pertama tahun ini sedikit stabil,” kata Jahja dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Ia menjelaskan, transaksi belanja nasabah juga mengalami tren peningkatan pada periode yang sama. Per Juni 2021, kredit tumbuh 0,8% tahun berjalan (YTD), didukung oleh segmen korporasi dan KPR, yang masing-masing tumbuh 2,1% dan 3,8% YTD.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM mulai membaik pada kuartal kedua tahun 2021 secara triwulanan (QoQ), dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021. Dari sisi pendanaan, giro dan tabungan (CASA) tumbuh 8,3% YTD.

“Hingga Juni 2021, kami melihat beberapa sektor ekonomi mulai tumbuh. Ke depan, kami akan mencermati dinamika situasi, terutama pada periode Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah sebagai respons pengendalian lonjakan COVID-19 belakangan ini. kasus,” katanya.

Selanjutnya, BCA membukukan pertumbuhan positif pendapatan bunga bersih sebesar 3,8% YoY menjadi Rp28,3 triliun pada semester pertama tahun 2021. Di sisi lain, pendapatan non-bunga mengalami sedikit penurunan sebesar 1,2% YoY menjadi Rp10,2 triliun.

“Penurunan ini merupakan dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang tercatat tahun lalu, namun sebagian besar dapat diimbangi dengan kenaikan pendapatan fee dan komisi,” lanjutnya.

Total kredit stabil di Rp593,6 triliun pada Juni 2021, didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1,0% YoY menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021. Pada periode yang sama, kredit pemilikan rumah juga meningkat 2,9% menjadi Rp93,6 triliun sebagai dampak dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021 yang sebagian besar adalah dipesan pada kuartal ketiga. kedua tahun ini.

Saldo kartu kredit juga berhasil rebound, naik 4,5% YoY menjadi Rp14,0 triliun. Kredit Komersial dan UKM terkoreksi 1,0% YoY menjadi Rp182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Kinerja dana pihak ketiga BCA tetap solid mencapai Rp 198,2 triliun.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250