Posko Identifikasi Telah Didirikan Polri Untuk Korban KRI Nanggala

  • Whatsapp
Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017).
banner 300x250

Havana88 – Mabes Polri mendirikan posko identifikasi korban peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali beberapa waktu lalu. Pos identifikasi ini nantinya akan menyediakan dokter ahli forensik dari Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, saat ini semua pihak masih melakukan pencarian jenazah.

Read More

“Prosesnya dulu. Yang jelas Polri mendirikan pos di sana guna mengidentifikasi, terutama prajurit TNI terbaik TNI yang tewas di sana,” kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/4). .

Rusdi menjelaskan, nantinya dokter forensik yang berjaga di posko akan memeriksa jenazah yang ditemukan.

Namun, Rusdi belum bisa memberikan detil lebih lanjut terkait lokasi pasti posko tersebut.

“Polri bersama rekan-rekan TNI mendirikan posko untuk menunggu proses selanjutnya tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 tersebut,” imbuhnya.

Sebanyak 53 awak KRI Nanggala Kalpal dipastikan tewas. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pencitraan bawah air secara visual menggunakan kamera.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjhajnto mengatakan, dipastikan ditemukan bagian-bagian KRI Nanggala, antara lain kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan penekan, hingga baju pengaman awak MK 11.

Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, pihaknya akan mengevakuasi jenazah awak KRI Nanggala. Nantinya, jenazah akan dievakuasi ke Surabaya jika berhasil diangkat.

“Nanti akan dievakuasi ke Surabaya, atau nanti tergantung permintaan keluarga,” kata Yudo dalam jumpa pers virtual, Minggu (25/4).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250