Polisi Menangkap 14 Peserta Aksi May Day di Medan

  • Whatsapp
Salah satu orator melantangkan suara aksi lewat pengeras suara portabel dalam peringatan hari buruh internasional (May Day) di Medan, Sumatera Utara, 1 Mei 2021.
banner 300x250

Havana88 – Unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Medan, Sumatera Utara, berujung pada ditangkapnya 14 anggota Aliansi Rakyat Anti Penghancuran Tirani oleh anggota Polres Medan, Sabtu (1/5).

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Kota Miskin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Maswan Tambak, merinci 14 orang yang ditangkap polisi itu terdiri dari 7 perempuan dan 7 laki-laki.

Read More

Penangkapan bermula saat puluhan massa melakukan aksi di Jalan Djuanda Medan. Setelah menyampaikan aspirasinya, tiba-tiba polisi menangkap 14 orang tersebut.

Menurut Maswan, tindakan represif polisi tidak berdasar. Karena demonstrasi berlangsung damai.

Selain itu, lanjutnya, aksi peserta aksi juga tidak melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Menurut keterangan teman-teman di lapangan, tidak ada kericuhan. Tiba-tiba mereka langsung diangkut. Kami sudah menanyakan alasan penangkapan di Polres Medan. Tapi polisi tidak bisa menjawab kenapa 14 orang itu ditangkap. Jadi kami sudah menanyakan alasan penangkapan di Polres Medan. bingung, ”kata Maswan kepada CNNIndonesia.com, Sabtu malam.

“Setelah mengganti slogan Promotor menjadi Presisi, ternyata Polri juga sama. Kita minta Kapolri mengevaluasi jajarannya. Kita paham tugas polisi adalah menjaga keamanan. Tapi polisi harus paham, masyarakat. juga hanya ingin menyuarakan aspirasinya, ”kata Maswan.

Tak hanya ditangkap, massa dari Aliansi Akumulasi Kemarahan Pekerja Sumatera Utara (AKBAR) di Medan juga diduga diintimidasi aparat. Aksi yang semula direncanakan digelar di Tugu Titik Nol Kota Medan, terpaksa bergeser ke bundaran Jalan Gatot Subroto.

“Ada polisi yang kemudian merekam massa dengan mendekatkan ponsel ke wajah massa perempuan. Ini sangat tidak etis, dan kami anggap sebagai ancaman. Tindakan polisi ini tidak boleh diwajibkan,” kata Pendiri Wanita Hari Ini (PHI), Lusty Ro Manna Malau.

Intimidasi ini terjadi ketika mayoritas perempuan berkumpul menunggu yang lain datang. Bahkan kata Lusty, tindakan bullying juga berujung pada pelecehan seksual.

“Ada sejumlah massa perempuan yang juga diejek ‘main mata dengan saya’, lalu ada yang menjulurkan lidah. Ini bentuk pelecehan terhadap kita. Massa perempuan juga mendapat kata-kata seksis dari sejumlah oknum oknum. , “jelasnya.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait dengan penangkapan dan dugaan peserta aksi May Day di Medan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko yang dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.

Di sisi lain, sejumlah kelompok buruh memilih merayakan Mayday 2021 bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Dalam kegiatan ini sejumlah Serikat Pekerja, Pengusaha dan Gubernur Edy Rahmayadi dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial dan pencabutan undian.

“Saya meskipun di satu sisi adalah penguasa karena saya gubernur tetapi saya juga bagian dari masyarakat Sumatera Utara. Sama seperti Bapak. Jadi saya ingin Bapak juga menyumbangkan pemikiran dan saran untuk Sumatera Utara yang kita cintai, “kata Edy.

Edy meminta agar momen peringatan Mayday tidak hanya sekedar demonstrasi di jalan. Ia ingin fokus pada dialog atau seminar bertema peningkatan keterampilan, keahlian dan sumber daya manusia (SDM) pekerja, termasuk aturan terkait penyelesaian sengketa antara pekerja dan pengusaha, yang harus memiliki aturan dan solusi yang jelas.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250