Polisi Lepas Tembakan Akibat Organ Tunggal Lampung Picu Kerumunan

  • Whatsapp
Polisi Lepas Tembakan Akibat Organ Tunggal Lampung Picu Kerumunan
banner 300x250

Havana88 – Polisi membubarkan paksa acara halal bihalal diiringi hiburan organ tunggal di Kabupaten Tanggamus, Lampung, karena menimbulkan keramaian pada Sabtu (15/5) pagi.

Kepala Divisi Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, tembakan peringatan dilakukan karena warga tidak mematuhi imbauan untuk tidak mengerumuni bahkan terhadap petugas.

Read More

Pandra saat dikonfirmasi, Selasa (18/5), munuturkan bahwa langkah preemptif dan persuasif yang dilakukan Satgas Covid-19 melalui Muspika sudah dilakukan, namun tidak digubris.

Kegiatan halal bihalal sendiri sedianya digelar sejak Jumat (14/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Hanya saja, hingga hari demi hari situasi keramaian terus berlanjut dan tidak bisa dihindari. Jadi, petugas melakukan pembubaran.

Dalam video yang direkam Pandra, terlihat warga kacau balau setelah mendengar beberapa tembakan peringatan keras.

Kemudian, ada juga suara peringatan melalui pengeras suara yang dilemparkan oleh aparat. Di tengah situasi tersebut, suara musik masih cukup nyaring.

Menurut Pandra, sejumlah peserta acara sempat melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga harus dilakukan tembakan peringatan untuk mengendalikan kondisi di lapangan.

“Peserta melawan balik petugas dengan cara melempar batu. Di tengah kegelapan, banyak barang yang diarahkan ke petugas. Hal ini tentunya membahayakan keselamatan petugas,” imbuhnya.

Buntut dari insiden tersebut, polisi menangkap sedikitnya 23 orang untuk diinterogasi. Mereka diuji untuk urine dan diuji untuk Covid-19.

Hasilnya adalah empat orang dinyatakan positif Covid-19 serta delapan lainnya sudah dinyatakan sebagai tersangka kasus narkoba.

Polisi masih menyelidiki dugaan tindak pidana dalam kasus keramaian di acara halalbihalal tersebut.

“Di narkoba ada 8 tersangka. Masalah keramaian dan karantina kesehatan dan sebagainya. Setelah ada judul kasus, baru kita tentukan statusnya,” imbuhnya.

Pencopotan Kapolsek Pasca peristiwa organ tunggal yang menghebohkan massa ini, pihaknya juga mencopot Kapolsek Semaka Iptu Pambudi Raharjo dari jabatannya.

Pencopotan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolres Lampung nomor ST / 263 / V / 2021, Iptu Pambudi Raharjo, Kapolsek Semaka Polsek Tanggamus, diangkat Jabatan Baru sebagai Kanit 2 Jagatah Subdit Pamtah Ditahti Polres Lampung.

Karena pada saat kejadian belum di tempat dan tidak melaporkan kejadian seperti ini, jelas Pandra.

Dalam telegram tertanggal 15 Mei 2021, posisi Kapolres Semaka diisi oleh AKP I Ketut Gister, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Ops Bag Bin Ops Bag Polres Tanggamus.

Menurut dia, pemecatan dari jabatan tersebut juga sebagai bentuk penghukuman atau hukuman bagi aparat kepolisian yang dinilai tidak mampu mengontrol massa di tengah situasi pandemi Covid-19.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250