Polisi Bebaskan 9 Pendemo Hardiknas, Tetapi Berstatus Tersangka

  • Whatsapp
Polisi Bebaskan 9 Pendemo Hardiknas, Tetapi Berstatus Tersangka
banner 300x250

Havana88 – Aksi damai memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), Senin (3/5), Polisi sempat menangkap sembilan orang dan akhirnya dibebaskan.

Nelson Nikodemus selaku Kepala Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dihubungi pada Selasa (4/5), menuturkan bahwa sembilan orang tersebut pada sebelumnya ditangkap oleh polisi pada aksi demonstrasi kemarin karena melanggar protokol kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut terdiri dari lima mahasiswa serta empat buruh. Ia pun berpendapat pihak kepolisian akhirnya menetapkan mereka sebagai tersangka atas dasar kasus dugaan pelanggaran dalam protocol kesehatan dan juga melawan perintah pihak kepolisian.

Read More

Aksi ini dimulai pada pukul 13.00 dan berjalan dengan damai, pada awalnya beberapa elemen dari KRPI, BEM SI Kerakyatan, pelajar, serta pemuda melakukan aksi di depan Gedung Kemendikbud-Ristek, pada hari Senin (3/5).

Dilanjut pada Pukul 15.00 WIB pihak Kemendikbud-Ristek memerintahkan agar massa segera menyiapkan wakilnya untuk melakukan audiensi. Kemudian massa sepakat mengirim delapan orang perwakilan dari mahasiswa untuk melakukan audiensi bersama Mendikbud-Ristek yaitu Nadiem Makarim.

Kemudian, pada pukul 16.45 WIB, delapan perwakilan massa tersebut pun masuk, tetapi mereka hanya diberikan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan audiensi. Pihak kepolisian tiba-tiba mengepung massa aksi yang berada diluar dan memaksa massa untuk bubar. Ini terjadi pada saat perwakilan massa aksi masuk kedalam gedung untuk audiensi.

Nelson mengungkapkan bahwa pemaksaan tersebut disertai dengan tindakan penyitaan mobil komando milik FSBN-KASBI dan juga melakukan penangkapan yang disertai pemukulan secara brutal terhadap beberapa mahasiswa, juga kawan-kawan buruh. Pihak kepolisian juga memaksa mereka untuk menghapus video aksi Hardiknas serta mengancam mereka akan diikuti sampai pulang.

Lewat cuitannya di akun anggota DPR RI yaitu Fadli Zon menyayangkan perihal terjadinya insiden tersebut, ia menilai bahwa apa yang dilakukan pihak kepolisian justru akan membuat ranking demokrasi Indonesia menjadi semakin menurun ke peringkat 102. Fadli pun menuturkan bahwa unjuk rasa merupakan hal yang dijamin konstitusi dan bukan merupakan kejahatan. Ia juga meminta pihak kepolisian sembilan mahasiswa tersebut.

Namun, Kombes Pol Yusri Yunus  selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya belum memberikan jawaban perihal konfirmasi penangkapan dan penetapan status tersangka kepada Sembilan pendemo Hardiknas.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250