Peran Azis dalam Kasus Suap Tanjungbalai di Ungkap Jaksa KPK

  • Whatsapp
Peran Azis dalam Kasus Suap Tanjungbalai di Ungkap Jaksa KPK
banner 300x250

Havana88 – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perihal peran Azis Syamsuddin yang merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam kasus dugaan suap terkait penanganan kasus Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Kasus ini menyeret Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial serta Stepanus Robin Pattuju yang merupakan penyidik ​​KPK AKP ke dalam proses hukum. Azis disebut sebagai penggagas perkenalan antara dua orang tersebut.

Read More

Awalnya, jaksa menyebut Syahrial sebagai kader Partai Golkar pada Oktober 2020 mengunjungi Azis di kediaman dinasnya di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, Syahrial dan Azis membahas pilkada yang akan diikuti Syahrial di Kota Tanjungbalai. Kemudian, Azis mengatakan kepada Syahrial bahwa dia akan memperkenalkan Stepanus untuk memantau proses keikutsertaannya dalam Pilkada.

Jaksa Budhi Sarumpaet, Senin (12/7), menuturkan bahwa Azis Syamsuddin menyampaikan kepada terdakwa akan memperkenalkan seseorang yang bisa membantu memantau proses keikutsertaan terdakwa dalam pemilu. Kemudian usai terdakwa sudah setuju, Azis pun meminta kepada Stepanus yang merupakan penyidik ​​KPK untuk menemuinya serta kemudian memperkenalkan Stepanus kepada terdakwa.

Bantuan yang ditawarkan Azis bukan tanpa alasan. Ada juga informasi yang masuk dimana laporan dari BPK soal pekerjaan di Tanjungbalai dan kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK.

Jaksa menuturkan, jadi terdakwa meminta Stepanus selaku penyidik ​​KPK untuk membantu tidak menambah proses penyidikan kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang melibatkan terdakwa ke tingkat penyidikan agar proses pemilihan yang akan diikuti tidak bermasalah.

Jaksa mengatakan Stepanus bersedia membantu Syahrial. Ia kemudian berkomunikasi dengan temannya yang berprofesi sebagai pengacara, Maskur Husain, untuk membantu penanganan kasus di Tanjungbalai.

Maskur pun bersedia membantu selama ada dana. Permintaan ini disetujui Stepanus dan kemudian diajukan ke Syahrial.

Dalam dakwaan disebutkan, total Rp1,695 miliar diberikan Syahrial kepada Stepanus dalam beberapa tahap dan melibatkan sejumlah perantara.

Stepanus sempat diminta Syahrial untuk memberikan jaminan agar kasus dugaan korupsi lelang jabatan tidak masuk ke tahap penyidikan.

Namun pada kenyataannya kasus jual beli jabatan tersebut masih didalami oleh lembaga antikorupsi tersebut. Kemudian pada akhirnya Jaksa mendakwa Syahrial dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250