Pembahasan Mengenai Skotlandia Dihadiri Oleh PM Inggris Boris Johnson Dan Sejumlah Pejabat

  • Whatsapp
Pembahasan Mengenai Skotlandia Dihadiri Oleh PM Inggris Boris Johnson Dan Sejumlah Pejabat
banner 300x250

Havana88 – Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Mei 2021 tersebut dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dan mengundang sejumlah pemimpin negara-negara devolusi Inggris. Acara tersebut digelar untuk melakukan pembahasan seputar krisis mengenai serikat pekerja setelah beberapa partai pro terhadap kemerdekaan Skotlandia yang menjadi mayoritas pada pemilihan parlemen.

Kemudian mengutip dari euronews yang dilaporkan pada Senin 10 Mei 2021, pemimpin partai nasional Skotlandia yakni Nicola Sturgeon mengungkapkan jika dalam hasil pemilu membuktikan bahwa hasil pemungutan suara kemerdekaan kedua untuk Skotlandia ini merupakan sebuah “keinginan negara”.

Read More

Hal tersebut juga semakin dikuatkan dengan hasil akhir pemilihan yang dilakukan pada Kamis 6 Mei 2021 dan berhasil menunjukan jika SNP telah memenangkan 64 kursi dari 129 kursi yang ada di parlemen Skotlandia yang terletak di Edinburgh.

Meilhat angka tersebut membuktikan jika SNP telah kekurangan mayoritas dari keseluruhan.

Telah Menjadi Bagian Inggris Sejak 1707

Dalam pemungutan suara yang telah dilakukan tersebut, setelah hasilnya dikeluarkan, Srutgeon mengatakan jika prioritasnya yakni menangani pandemi dan dapat selesai dalam waktu yang tepat. Serta akan memberikan pilihan untuk masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut dilakukan karena Skotlandia sudah menjadi bagian dari negara Inggris sejak tahun 1707 silam dan permasalahan kemerdekaan di Skotlandia tampaknya sudah berhasil diselesaikan. Itu terjadi saat pemilih Skotlandia mengajukan penolakan untuk memisahkan diri dalam referendum yang diselenggarakan tahun 2014.

Fakta berikutnya yakni keputusan Inggris yang terjadi pada 2016 mengenai kesepakatan meninggalkan Uni Eropa ternyata juga bertentangan dengan keinginan mayoritas masyarakat yang ada di Skotlandia. Bahkan hasil persentase dari penolakan tersebut mencapai 62%, yang menandakan hampir setengah dari mereka menolak.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson turut mengatakan jika dalam pemungutan suara kemerdekaan yang telah dilaksanakan tersebut bisa menjadi illegal atau tidak sah karena keputusan yang didapat telah dikuasai oleh pemerintah Inggris yang ada di London.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250