Pelaku Penganiayaan Perawat RS Palembang, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

  • Whatsapp
Pelaku Penganiayaan Perawat RS Palembang, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis
banner 300x250

Havana88 – Pelaku penganiayaan perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Jason Tjakrawinata, meminta maaf atas tindakan brutalnya. Ia menampar, menendang, dan mencengkeram Christina Ramauli S, sebagai korban yang menangani anaknya saat dirawat di rumah sakit.

Jason melakukan kekerasan fisik terhadap Christina setelah korban mencabut jarum infus pada anak balita pelaku. Diketahui bahwa tangan anak tersebut mengalami pendarahan setelah jarum dicabut. Jason mengaku emosinya meledak karena kelelahan setelah berhari-hari merawat balita. Anak itu menderita pneumonia.

Read More

“Saya mohon maaf atas haru sesaat ini. Saya mohon maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan oleh saya, terutama korban. Juga pihak rumah sakit. Ini di luar kendali karena kelelahan,” imbuhnya di Mapolda Palembang, Sabtu (17/4).

Akibat tindakan brutal tersebut, Christina mengalami luka memar di bagian wajah dan perut. Korban juga mengalami trauma psikologis. Saat ini, dia sedang menjalani perawatan. Tak hanya menyerang Christina, Jason juga membanting ponsel AR, salah satu perawat yang mencatat pelecehan tersebut.

Dalam video tersebut, Jason tampak sedang menggaruk-garuk dengan nada tinggi. Ia terus melakukan kekerasan meski telah diceraikan oleh petugas dan perawat lain. Jason mengaku sebagai anggota polisi.

Hal tersebut diakui oleh perawat dan petugas keamanan yang berada di lokasi saat Jason menampar, mencengkeram, dan menendang Christina.

Kata Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya Benedikta Beti, saat kejadian, keluarga pasien yang berada di sebelah ruang kejadian adalah anggota polisi. Orang tersebut mengaku sebagai anggota polisi. Saat polisi mencoba membubarkan, JT pun mengaku anggota polisi, “, Jumat (16/4).

Namun, lebih lanjut Benedikta mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan pihak rumah sakit menemukan bahwa Jason bukan anggota polisi. Akibat perbuatannya, Jason diancam dengan berbagai tuduhan. Dia didakwa dengan Pasal 351 KUHP karena penganiayaan dan ancaman dua tahun penjara. Selain itu, ia juga didakwa dengan Pasal 406 KUHP tentang Penghancuran. Saat ini, Jason sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditahan di Mabes Polri Palembang.

sekitar pukul 21.00 WIB ia ditangkap di kediamannya yang terletak di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (16/4).

“Tersangka langsung datang saat dijemput, mungkin karena sudah tahu terlibat apa. Sampai di Polres pukul 24.00, langsung diperiksa,” jelas Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira Satyaputra di sela-sela judul perkara. Polisi telah memeriksa para saksi dan menyita sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, rekaman video, pakaian, dan hasil visum korban.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250