Pasar Hewan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Terpantau Ramai,Banyak Yang Tidak Memakai Masker

  • Whatsapp
Dua pekan jelang Idul Adha, di tengah masa PPKM Darurat, Pasar Hewan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terpantau ramai hari ini.
banner 300x250

Havana88 –  Dua pekan jelang Idul Adha, di tengah masa PPKM Darurat, Pasar Hewan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terpantau ramai hari ini. Penjual dan pedagang dari berbagai kota di Jawa Tengah berkumpul di Pasar Hewan Kajen, Pekalongan.

Banyak pengunjung yang mengabaikan protokol kesehatan, baik menjaga jarak maupun memakai masker. Sementara banyak juga yang menggunakan masker namun hanya menutupi dagu.

Read More

“Ada juga ketakutan seperti ini. Makanya saya tetap pakai masker dan jaga jarak dengan pembeli,” kata penjual sapi asal Kendal, Rosidin (38), sore ini.

“Makanya, saya memilih tempat di sini yang agak longgar,” lanjutnya.

Sementara itu, seorang pengunjung bernama Rosyid (45) terlihat mengenakan masker di bagian dagu. Dia mengatakan dia menurunkan topeng untuk dapat berbicara dengan bebas ketika tawar-menawar harga.

“Ini supaya tidak ribet saat tawar-menawar harga. Saya pakai dari rumah, nanti saya turunkan di sini,” ujarnya.

Meski masih dalam masa PPKM Darurat, belum ada petugas penanganan COVID-19 yang imbauan promosi kesehatan atau tindakan tegas.

Sementara itu, harga hewan kurban mulai naik. Misalnya harga seekor kerbau naik menjadi Rp. 3 juta per kepala. Sementara itu, harga sapi mengalami kenaikan sekitar Rp. 500 ribu menjadi Rp. 2 juta per kepala.

Pembeli dari Petungkriyono, Bambang (21) mengungkapkan, harga sapi sarol mencapai Rp 12 juta.

“Saya beli sapi yang umurnya lebih dari satu tahun sudah naik. Saat ini jenis sarol Rp 12 juta. Padahal sebelumnya hanya Rp 10 juta menjadi Rp 11 juta,” katanya.

Pembeli lainnya, Harto (43) mengaku kaget dengan kenaikan harga saat akan membeli kerbau.

“Saya beli sembilan ekor kerbau ya untuk dijual kembali. Harganya naik Rp 3 juta. Saat ini sudah mencapai Rp 21 juta, dari harga sebelumnya Rp 18 juta,” katanya.

Ia mengaku sengaja mencari kerbau di Pasar Hewan Kajen karena ketersediaannya di tempat lain sudah langka.

“Di tempat saya kerbau yang dikorbankan lebih banyak. Makanya saya cari kerbau di sini. Di tempat lain jarang ada,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250