OPM Ancam Tembak Mati Pekerja di Papua, Konflik Memanas

  • Whatsapp
OPM Ancam Tembak Mati Pekerja di Papua, Konflik Memanas
banner 300x250

Havana88 – Konflik bersenjata di wilayah Papua akhir-akhir ini memanas. Rentetan tembakan pun tak terhindarkan dan kembali memakan korban.

Organisasi Papua Merdeka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) telah memperingatkan semua orang Indonesia yang bekerja di Papua untuk segera meninggalkan Bumi Cenderawasih.

Read More

Ancaman itu dikeluarkan setelah pihaknya menabuh genderang perang terhadap perwira TNI-Polri secara terpusat di kawasan Ilaga, Kabupaten Puncak sejak beberapa pekan lalu.

“Melihat situasi konflik bersenjata di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya dan Nduga, kami dari Pengendali Pengelola Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh pendatang Indonesia yang mencari makan di tanah milik masyarakat Papua untuk segera meninggalkan wilayah Papua daerah konflik bersenjata,” ujar Sebby Sambom yang merupakan Juru Bicara TPNPB-OPM, dalam keterangan resmi, Minggu (6/6).

Sebby mengatakan pihaknya tidak segan-segan menembaki TKI yang masih bertahan di lokasi perang. Menurutnya, ini merupakan konsekuensi bagi mereka yang tidak mematuhi ultimatum tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari petinggi TNI-Polri terkait ancaman yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kini dicap teroris oleh pemerintah.

Konflik itu sendiri terjadi pada Jumat (28/5) saat KKB membunuh kepala subsektor Oksamol, Pegunungan Bintang, Papua, Brigadir Satu Mario Sanoy. Mereka mencuri dua senapan jenis SS1 dan satu revolver dari markas polisi.

Namun, belum lama ini polisi berhasil menemukan senjata curian tersebut di sekitar markas KKB di kawasan tersebut. Tak hanya petugas, warga sipil juga menjadi korban.

Pada Kamis (3/6), polisi menyatakan KKB bertanggung jawab atas penembakan terhadap seorang tukang bangunan bernama Abel Halenti (30) saat dalam perjalanan pulang dari Desa Eronggobak, Kecamatan Ilaga.

Aksi ini disaksikan rekan Abel, Alif, yang berhasil kabur dan melapor ke polisi setempat. “Korban berteriak, ‘Ya ampun, komandan.’ Namun, dia langsung ditembak oleh salah satu KKB yang menodongkan pistol,” kata Kabag Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Penyerangan KKB dilakukan di sekitar Bandara Aminggaru Ilaga, Puncak, dimana masih di hari yang sama. KKB diduga membakar sejumlah fasilitas bandara hingga memicu baku tembak dengan Paskhas (Korps Pasukan Khusus TNI AU).

Kejadian itu, mengakibatkan kebakaran menara di Kantor Unit Pengelola Bandara (UPBU) serta AirNav di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Akan tetapi, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Terakhir, polisi menuduh KKB bertanggung jawab atas penembakan terhadap keluarga Kepala Desa Nipurlema, Petianus Kogoya di kawasan Ilaga.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250