Novel Duga Adanya Persekongkolan Antara Pimpinan KPK dan Koruptor

  • Whatsapp
Novel Duga Adanya Persekongkolan Antara Pimpinan KPK dan Koruptor
banner 300x250

Havana88 – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian, RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait nasib 75 pegawai lembaga antikorupsi yang tidak lolos uji wawasan kebangsaan (TWK) untuk mengubah statusnya menjadi Pegawai Negeri Sipil Negara (ASN).

Alhasil, berdasarkan rapat di Gedung BKN, Selasa (25/4), pimpinan lembaga pemangku kepentingan pamong praja memutuskan 24 di antaranya masih bisa dibina menjadi PNS, sedangkan 51 lainnya tidak lagi karena status ‘merah’ mereka.

Read More

Menanggapi hal tersebut sejak awal, penyidik ​​senior KPK Novel Baswedan mengatakan pihaknya sudah sejak awal mencurigai adanya persekongkolan di KPK dengan koruptor.

Oleh karena itu, lanjutnya, rangkaian aksi 75 karyawan yang tidak lolos TWK selama ini juga untuk mendalami dugaan persekongkolan oleh oknum tersebut.

“Yang menarik, selama ini upaya pemusnahan orang-orang baik di KPK dilakukan oleh para koruptor. Dan kali ini pimpinan KPK yang melakukannya, jadi menarik,” ujarnya kepada wartawan, Selasa.

“Itu (hubungan koruptor dengan pimpinan KPK) itu yang ingin kita jajaki. Makanya kami ke beberapa lembaga negara lain untuk melakukan penyidikan guna memastikannya. Saya curiga ada, tapi harus dibuktikan,” dia melanjutkan.

Dia juga ingin memastikan komisioner merancang komisaris untuk menetapkan serangkaian tindakan dan sikap pimpinan KPK terkait isu penonaktifan 75 pegawai. Ini termasuk keputusan KPK bersama BKN dan Kementerian PANRB yang menegaskan bahwa 51 dari 75 pegawai tidak bisa kembali bekerja di lembaga antikorupsi. Menurutnya keputusan itu janggal.

Mantan perwira polisi berpangkat komisaris terakhir itu berpendapat bahwa jika memang itu benar, artinya yang dirancang pimpinan KPK itu kejahatan besar. Novel menilai peristiwa ini sebagai upaya pemberantasan korupsi secara bertahap. Dan ini, menurutnya, adalah tahap terakhir dari upaya itu.

“Dan kalau dibilang siapa yang kalah? Ya, kita semua pasti kalah,” ujarnya.

Meski begitu, Novel memastikan dirinya dan aktivis antikorupsi lainnya akan terus memperjuangkan pemberantasan korupsi sampai akhir. Novel sendiri merupakan satu dari 75 pegawai KPK yang difabel karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Kemudian pada Selasa (25/5), KPK-PAN RB-BKN memutuskan 51 dari 75 pegawai tidak bisa kembali bekerja di KPK. Namun, hingga saat ini belum diketahui berapa nama yang masuk dalam daftar 51 orang tersebut.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250