Ngaku Ingin Jadi Teroris Pria Di Palembang Tusuk Seorang Polisi

  • Whatsapp
Palembang -Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa.
banner 300x250

Havana88 –  Palembang -Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa.
Pria berinisial MI itu menikam anggota polisi lalu lintas, Brigjen Ridho Oktonardo, saat bertugas di Pos Lalu Lintas 66, Kemuning, Palembang. MI mengaku menikam korban karena ingin menjadi teroris. Polisi mengatakan MI memiliki riwayat gangguan jiwa.

“Saya hanya ingin menjadi teroris, makanya saya nekat menusuk polisi. Saya ingin menjadi teroris karena terinspirasi dari internet,” kata MI di Polda Sumsel, Sabtu (5/6/2021) .

Read More

Polisi: penusuk Polisi di Palembang memiliki riwayat penyakit mental

Ia mengaku masih belajar menjadi teroris. MI mengaku ingin membuat jaringan teror sendiri.

Bukannya saya menikamnya dengan tilang, saya tidak pernah mendapat tilang, saya ingin jadi teroris. Saya masih belajar, saya ingin membuka jaringan saya sendiri,” katanya.

MI mengatakan penusukan itu dimaksudkan agar dia bisa mengambil senjata polisi. Menurut dia, penusukan itu dilakukan karena polisi melawan saat hendak mengambil senjata.

“Saya mau ambil pistol polisi untuk aksi teroris, jaga-jaga. Karena dia melawan, makanya saya tikam tiga kali. Saya bawa tiga pisau, beli di dekat rumah saya di kawasan Kenten Laut, Banyuasin,” katanya.

“Memang saya ditahan selama 2 minggu di Mako Brimob Jakarta. Tahun 2014, 3 bulan di Nusakambangan itu kasus terorisme, bukan jaringan amaliyah. Tapi sebenarnya fitnah,” lanjutnya.

Terduga Pelaku Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa

Penusukan terjadi pada Jumat (4/6). Tersangka dikabarkan memiliki riwayat gangguan jiwa.

“Masih dalam penyelidikan, hasil awal tersangka memiliki riwayat gangguan jiwa,” kata Kabag Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Sabtu (5/6).

Ramadhan mengatakan, pelaku belum pernah ditangkap Densus 88 terkait kasus dugaan terorisme. Menurut dia, nama pelaku tidak ada di database Densus 88.

“Tidak pernah (ditangkap karena terorisme). Tidak ada di database Densus 88,” katanya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250