Mundari Sebut Kejadian Yudha Febrian, Gambaran Sepak Bola Kita

  • Whatsapp
Mundari Sebut Kejadian Yudha Febrian, Gambaran Sepak Bola Kita
banner 300x250

Havana88 – Manajer Barito Putera, Mundari Karya, mengatakan kejadian yang dialami Yudha Febrian merupakan gambaran sepakbola Indonesia secara keseluruhan yang harus diperhatikan dan disikapi bersama.

Yudha diketahui terlibat dua kasus yang mencoreng namanya di dunia sepakbola Indonesia.

Read More

Pertama, saat dijatuhkan dari pemusatan latihan Timnas Indonesia (TC) U-19 usai melakukan tindakan disipliner karena kedapatan pergi ke klub malam bersama teman sekamarnya.

Kini, Yudha kembali tersandung kasus pelecehan seksual terhadap perempuan yang memiliki akun Twitter @senandikha11 pada Sabtu (15/5). Korban menggambarkan kejadian tersebut dalam sebuah utas di akun tersebut.

Kasus yang dialami Yudha, disapa Mundari, sebenarnya merupakan hal yang sering dijumpai di timnas Indonesia mulai dari pemain muda hingga senior.

Mundari mencontohkan kasus yang dialami mantan pemain Bhayangkara FC Saddil Ramdani belakangan ini akibat kekerasan terhadap perempuan.

Belum lagi kasus-kasus lain yang disebut Mundari yang mungkin tidak diperhatikan oleh publik dan media.

“Insiden Yudha itu gambaran sepakbola Indonesia. Ini hanya contoh. Kenapa sepak bola kita begini [tidak berprestasi]? Ini PR kita, kebetulan mantan pemain saya,” kata Mundari, Senin (17/5).

“Dulu ada Saddil, malahan kasusnya lebih serius kan? Ini gambaran sepak bola kita. Meski pemainnya sedikit, kita juga harus waspada dan memperbaiki situasi seperti ini. kesalahan saya. Sebagai pelatih [sepak bola] saya khawatir, “katanya Mundari menambahkan.

Di sisi lain, Mundari bersyukur Barito Putera sejak dini mengetahui ada yang tidak beres dengan perilaku para pemainnya yang masuk dalam kategori pemain muda.

Menurut Mundari, Barito merupakan klub yang fokus membina generasi muda. Oleh karena itu, potensi pemain muda baik dari segi teknis maupun perilaku menjadi salah satu perhatian khusus manajemen.

Gelandang Timnas Indonesia, Saddil Ramdani, disebut-sebut terlibat aksi kekerasan. Ke depan, Barito Putera mengatakan Mundari akan lebih selektif dalam memilih pemain muda.

“Kalau ada pemain seperti ini lebih baik ditangkap sejak awal, meski sebenarnya kami merasa kalah karena dia punya potensi. Kami akan mengurutkannya. Jadi kami memang harus lebih selektif, bukan hanya sebagai Sebagus apa adanya. Khusus untuk Barito Putra, itu amanah utama. Kami ingin membangun sepakbola yang memiliki nilai-nilai religius yang sangat kuat yang kami terapkan pada pemain muda ini, ”kata Mundari.

Mundari menyayangkan masalah itu kembali pada Yudha. Usai insiden dijatuhkan timnas U-19, Barito mengirim pemain tersebut ke pesantren dengan harapan bisa memperbaiki diri.

“Seperti kejadian Yudha pertama yang kami panggil, kami bawa ke pesantren. Sayangnya terjadi lagi. Ini baru kejadiannya,” kata Mundari.

Mundari pun mengaku sudah berkomunikasi dengan orang tua Yudha sejak mundurnya pemain yang sudah bersama Barito Putera sejak berusia 16 tahun itu. Menurut Mundari, orang tua Yudha langsung menangis mendengar cerita kelakuan putranya.

“Pemain muda punya resiko seperti itu. Ini masukan buat sepak bola kita, Yudha hanya contoh. Kalau kita ingin jadi sepakbola bagus, kita harus peduli dengan situasi seperti ini. Karena banyak kejadian, baik pemain senior maupun muda. Ini sangat penting karena mengganggu prestasi dan membangun sepak bola Indonesia menjadi lebih baik secara keseluruhan. Kami ingin membenahi secara bertahap. Pengalaman ini jangan sampai merusak kariernya, ” kata Mundari.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250