Meski Kekacauan Terus Berlanjut, Junta Myanmar Belum Izinkan Utusan ASEAN Datang

  • Whatsapp
Meski Kekacauan Terus Berlanjut, Junta Myanmar Belum Izinkan Utusan ASEAN Datang
banner 300x250

Havana88 – Protes nasional terhadap kudeta yang melakukan penghapusan pemerintahan terpilih pada tiga bulan lalu yaitu seorang junta militer Myanmar yang berkuasa. Pihaknya telah mengatakan jika mereka tidak menyetujui kunjungan yang dilakukan oleh utusan ASEAN hingga stabilitas dapat terbangun dengan baik.

Ternyata pernyataan yang dikeluarkan oleh junta militer Myanmar tersebut justru akan menimbulkan kekhawatiran jika pihak junta akan semakin kejam terhadap para demonstran yang terlibat dan etnis minoritas.

Read More

Dalam hal ini para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), sudah mencapai konsensus. Pencapaian lima poin tersebut didapat dari pertemuan puncak saat krisis Myanmar yang terjadi bulan lalu, yang dihadiri oleh seorang arsitek kudeta pada 1 februari, Jendral Senior Min Aung Haling.

Ternyata pertemuan tersebut sekaligus mengakhiri kekerasan yang terjadi antar dialog militer dan lawannya. Sehingga memungkinkan datangnya bantuan kemanusiaan, serta diizinkannya kunjungan oleh utusan khusus ASEAN.

Dikutip dari al Jazeera pada sabtu, 8 Mei 2021 dalam sebuah siaran televisi , Mayor Kaung Htet San seorang Juru Bicara Dewan Militer mengungkapkan jika saat ini pihaknya sedang memproritaskan keamanan dan stabilitas negara.

Pada pertemuan ASEAN 24 April, Jakarta dipuji berhasil oleh mereka yang hadir, tapi para aktivis tetap skeptis jika Jendral Myanmar akan menerapkan rencana lima poin. Dan tidak membebaskan tahanan politik, termasuk pimpinan Aung San Suu Kyi.

Para pemimpin ASEAN memberikan saran positif kepada Min Aung Haling, namun saran tersebut bergantung pada situasi di Myanmar jika ide itu akan membantu maka visi akan berlanjut.

Kekacauan Di Myanmar Pasca Kudeta

Karena tidak ingin mentolerir kembalinya pemerintahan militer setelah lima dekade melakukan kesalahan pengelolaan ekonomi. Terjadi kudeta yang membuat public marah.

Di sebagian hari besar demo telah berlangsung yang terbaru mengenai pro-demokrasi di ibu kota komersial Yangon, dan protes kecil yang dilakukan di 10 tempat lain di seluruh negeri. Ada 774 orang tewas dan 3.700 ditahan dalam tindakan keras militer, menurut catatan advokasi.

Pada postingan di media sosial menyebut beberapa orang di Yangon diambil oleh pasukan keamanan tanpa surat perintah yang jelas.

Juru bicara Kaung Htet San mengatakan jika penangkapan penghasut kekerasan sudah dilakukan sebelum diumumkan oleh public.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250