Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Akan Kembali Membaik

  • Whatsapp
Ekonomi Indonesia Akan Kembali Membaik
banner 300x250

Havana88 – Perekonomian Indonesia diperkirakan akan kembali pulih pada tahun 2021 dengan pertumbuhan pada kisaran 4,5 hingga 5,3. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program National Economic Recovery (PEN) akan memicu peningkatan konsumsi dan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja yang mendorong investasi untuk penciptaan lapangan kerja.

Airlangga menjelaskan, perekonomian Indonesia pada kuartal I 2021 diperkirakan tumbuh pada kisaran -0,5 hingga 0,34 year on year (YoY) dan secara keseluruhan 4,5 hingga 5,3 YoY.

Read More

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan berbagai indikator penunjuk yang menunjukkan perbaikan. Program vaksinasi dan kebijakan mikro PPKM dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari kenaikan CCI ke level 93,40 pada Maret 2021, meskipun penjualan eceran masih terkontraksi di level -17,14 di bulan yang sama, mengindikasikan pertumbuhan konsumsi yang terbatas.

Selain itu, stimulus otomotif terbukti mampu meningkatkan penjualan ritel mobil sebesar 28,24 (YoY) pada Maret 2021. Stimulus sektor properti, pariwisata, dan lainnya juga diharapkan dapat meningkatkan konsumsi sepanjang 2021.

Lebih lanjut dia menjelaskan, membaiknya permintaan domestik akan terjadi. Hal ini akan mendorong peningkatan investasi sehingga meningkatkan aktivitas.

Perekonomian dunia usaha, terlihat dari PMI (Purchasing Managers Index) Manufaktur yang semakin ekspansif ke level 53,2 pada Maret 2021, serta Kegiatan Usaha WNB (Weighted Net Balance) yang membaik ke level 4,54 pada Kuartal I 2021.

“Sentimen positif investor mendorong perbaikan IHSG menjadi sekitar 6.000 dan nilai tukar rupiah menjadi sekitar 14.500. Komitmen pemerintah untuk menyalurkan program PEN pada 2021 mendorong realisasi APBN hingga 28 Feb 2021, “kata Airlangga.

Di sisi lain, membaiknya permintaan global dan kenaikan harga komoditas mendorong ekspor tumbuh sebesar 39.474 (YoY) di bulan Maret.

Surplus neraca perdagangan dikatakan telah terjadi selama 11 bulan berturut-turut. Menurut Airlangga, hingga 28 Februari 2021, APBN direalisasikan melalui belanja negara sebesar Rp282,72 triliun atau sekitar 10,28 persen.

Rinciannya, untuk program PEN bidang kesehatan 176,30 triliun dengan realisasi per Februari sebesar Rp4,51 triliun; bidang perlindungan sosial Rp157,41 triliun, realisasi Rp 19,28 triliun; UMKM dan dukungan perusahaan Rp. 184,33 triliun, Rp. 9,45 triliun; Program Prioritas Rp. 122,42 triliun, realisasi Rp. 500 milyar, untuk insentif usaha Rp. 58, 47 triliun.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250