Masuk Pasar Masih Dilarang, Gibran Izinkan Balita di Mal

  • Whatsapp
Masuk Pasar Masih Dilarang, Gibran Izinkan Balita di Mal
banner 300x250

Havana88 – Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Walikota Solo, mencabut larangan atas anak di bawah lima tahun (balita) mengunjungi mal dan tempat wisata.

Akan tetapi larangan balita masuk ke pasar masih tetap berlaku. Menurut Gibran, protokol kesehatan di pasar yang dikelola pemerintah itu cenderung sulit diatur.

Read More

“Kita ingin kegiatan warga kita tidak ribet lagi. Banyak yang mau mengajak anaknya ke mal lagi,” tegasnya.

Larangan anak-anak mengunjungi tempat-tempat umum seperti mall, destinasi wisata, dan pasar tradisional sudah berlaku di Solo sejak awal pandemi Maret 2020.

Awalnya, Pemkot menetapkan batas usia minimal 15 tahun bagi pengunjung. Beberapa bulan memasuki masa pandemi, batasan usia dilonggarkan menjadi minimal 5 tahun.

Aturan tersebut terdapat di dalam Surat Edaran (SE) Walikota Solo Nomor 067/1653 yang berisi tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) di Kota Solo yang ditandatangani Gibran Senin (31/5).

Di SE, larangan balita mengunjungi mal, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata dicabut. Pencabutan tersebut didasarkan pada jumlah kasus Covid-19 di Kota Solo yang cenderung landai.

Sejak tiga bulan terakhir, jumlah kasus aktif di Solo berkisar antara 200-280. Selain itu, cakupan vaksinasi untuk karyawan tenant mall di Solo sudah hampir mencapai 100 persen. Putra Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa balita merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19.

Ia mengingatkan agar pengelola mal dan tempat wisata harus menjalankan protokol kesehatan yang baik. Bahkan pengelola wajib menyampaikan Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk balita.

“Tapi saya butuh waktu, saya telepon mal dulu. SOP mal kita lebih ketat. Misalnya balita tetap pakai masker, kalau tidak tidak harus ke mal,” katanya.

Sementara itu, Gibran belum mencabut larangan atas balita yang berkunjung ke pasar tradisional yang dikelola Pemkot. Menurut Gibran, pengawasan di pasar lebih sulit.

Selain itu, masyarakat pada umumnya pergi ke pasar hanya untuk berbelanja. Berbeda dengan mall yang sering menjadi tempat rekreasi.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo itu berpendapar bahwa di pasar regulasi lebih sulit dan prosedur (protokol kesehatan) juga kurang. Pedagang kadang buka tutup masker, pembeli juga.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Kota Solo Ahyani mendukung keputusan Gibran. Ia juga melihat protokol kesehatan di pasar relatif tinggi dibandingkan mal dan tempat wisata. Selain itu, pengelolaan mall dan tempat wisata dinilai lebih baik dari pasar tradisional.

“Pasar karena regulasinya lebih sulit. Mereka kurang teredukasi sehingga perlu didampingi. Masih banyak pelanggaran di pasar,” katanya.

Namun, dia menegaskan, Pemkot akan menindak tegas pengelola mal dan tempat wisata yang mengabaikan protokol kesehatan.

Ia menuturkan bahwa jika ada kerumunan yang berlebihan, atau ada orang yang tidak melaksanakan prokes, kok dibiarkan begitu saja, maka pengelola akan mendapat sanksi.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250