Manajer Lapangan Golf Sawangan Tersangka PPKM, Tak Ditahan

  • Whatsapp
Manajer Lapangan Golf Sawangan Tersangka PPKM, Tak Ditahan
banner 300x250

Havana88 – Pengelola operasional lapangan golf di Sawangan, Depok ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM). Lapangan golf ini juga telah ditutup dan disegel, Selasa (6/7), setelah polisi mendapat informasi bahwa venue masih beroperasi.

Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (13/7), menuturkan bahwa pihaknya  menetapkan tersangka untuk manajer operasional.

Read More

Namun, Yusri tidak membeberkan identitas pengelola operasional lapangan golf yang ditetapkan sebagai tersangka. Yusri hanya mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Yang bersangkutan juga tidak ditahan karena hukumannya kurang dari lima tahun penjara.

Yusri mengungkapkan bahwa ancamannya satu tahun penjara, tapi kami tidak melakukan penahanan.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, Satgas PPKM Darurat Polda Metro Jaya Gakkum telah melakukan inspeksi mendadak atau inspeksi terhadap 120 perusahaan di Jakarta.

Dimana sebanyak 120 kantor yang kami lakukan penyidikan atau pemeriksaan. Hasilnya, hingga saat ini ada sembilan kasus yang sedang diselidiki atau masih dalam tahap penyidikan, 35 kasus sedang diselidiki.

“Tim satgas ini masih terus bekerja untuk menyelidiki kantor-kantor yang telah ditetapkan kebijakan pemerintah untuk menutup yang masih buka,” katanya.

Sementara itu, selain perusahaan, Satgas Gakkum juga memproses tiga kasus terhadap petugas, tujuh kasus pemalsuan surat, tiga kasus terkait permainan harga obat Covid-19, dan satu kasus terkait penimbunan tabung oksigen.

Yusri menuturkan bahwa juga men-take down berita hoaks 1 kasus, lalu sidang tipiring (tindak pidana ringan) 90 kasus.

Sebelumnya, Yusri mengungkapkan Satgas Gakkum telah menetapkan sekitar 70 tersangka dalam kasus perusahaan yang melanggar PPKM Darurat. Sebagian besar tersangka kebanyakan adalah pimpinan perusahaan.

Akan tetapi, Yusri tidak mengeluarkan identitas perusahaan yang melanggar PPKM Darurat, termasuk identitas tersangka. Mereka pun dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 yang berisi tentang Wabah Penyakit Menular.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250