Malam Ini Gerhana Bulan Total Telah Berakhir

  • Whatsapp
Malam Ini Gerhana Bulan Total Telah Berakhir
banner 300x250

Havana88 – Total Perigee Lunar Eclipse atau Super Blood Moon telah berakhir total, yang bisa dilihat di Indonesia malam ini (26/5).

Di langit di wilayah Jakarta dan sekitarnya, gerhana bulan total atau super blood moon yang terjadi pada Rabu (26/5) malam berakhir pada pukul 18.28.05 WIB.

Read More

Diketahui, sejumlah daerah di Indonesia bisa menyaksikan secara langsung fenomena alam yang konon hanya terjadi setiap 195 tahun sekali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gerhana bulan total (GBT) memiliki tujuh fase, antara lain gerhana awal (P1), gerhana sebagian mulai (u1) gerhana total mulai (U2), puncak gerhana, akhir gerhana total ( U3), gerhana sebagian berakhir (G4) dan gerhana berakhir (P4).

Di Indonesia bagian barat, fase gerhana fase P1 dimulai pada pukul 15.46.12 WIB, sedangkan Indonesia bagian tengah pada pukul 16.46.12 WITA, dan 17.46.12 WIT di bagian timur Indonesia.

Fase tersebut akan memasuki puncak gerhana pada pukul 18.18.43 WIB di Indonesia Bagian Barat, 19.18.43 WITA di Indonesia Tengah, dan 20.18.43 WITA di Indonesia Timur.

Sedangkan gerhana bulan total akan berakhir pada pukul 18.28.05 WIB di Indonesia Barat, 19.28.05 WITA di Indonesia Tengah, dan 20.28.05 WIB di Indonesia Timur. Fase gerhana akan berakhir sepenuhnya pada pukul 20.51.14 WIB di kawasan barat Indonesia, di Indonesia tengah pada pukul 21.51.14 WITA, dan pukul 22.51.14 WIB di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, hingga pukul 19.50 WIB, penampakan gerhana bulan masih terjadi di beberapa titik pengamatan, seperti titik pengamatan LAPAN di Nusa Tenggara Timur, Manado, dan Parepare yang masih terjadi gerhana bulan parsial. Gerhana bulan terjadi pada saat matahari, bumi, serta bulan sejajar.

Peristiwa ini disebabkan oleh dinamika pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan yang hanya terjadi pada fase bulan purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan total ini terjadi saat bulan berada di umbra bumi, yang mengakibatkan puncak gerhana bulan total sehingga bulan akan tampak merah atau sebaliknya, lebih dikenal sebagai Blood Moon.

Karena posisi bulan saat gerhana berada pada posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka bulan akan terlihat lebih besar dari fase bulan purnama normal. Hal itulah yang membuatnya sering disebut sebagai Super Moon.

Gerhana bulan total dapat dilihat tanpa alat karena tidak memiliki intensitas cahaya yang berbahaya seperti gerhana matahari. Bulan hanya mendapat cahaya dari pantulan sinar matahari, bukan sebagai sumber cahaya.

Gerhana bulan malam ini terbilang istimewa karena bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2021 yang diperingati umat Buddha.

Waisak sendiri dirayakan setiap bulan Mei tepatnya pada saat sinar bulan atau dalam istilah lain yaitu Purnama Sidhi untuk memperingati Trisuci Waisak yaitu tiga peristiwa penting yaitu kelahiran, iluminasi agung, dan wafatnya Buddha Gautama.

Antusiasme warga juga terlihat di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Sementara itu, tayangan langsung gerhana bulan total malam ini disiarkan langsung oleh Planetarium & Observatorium Jakarta di halaman berikut.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250