KPK Segera Periksa Azis Syamsuddin Atas Kasus di Tanjungbalai

  • Whatsapp
KPK Segera Periksa Azis Syamsuddin Atas Kasus di Tanjungbalai
banner 300x250

Havana88 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin terkait kasus yang melibatkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan penyidik ​​KPK dari Polres AKP, Stepanus Robin Pattuju.

“Kalau bisa Senin akan kita cek, nanti kita cek. Hari Selasa bisa kita cek, bisa kita cek segera,” ungkap Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/4).

Read More

Dalam kasus ini, Azis diduga sebagai pihak yang memperkenalkan Syahrial kepada Stepanus. Azis dan Syahrial sama-sama kader Partai Golkar.

Mereka kemudian bertemu di kediaman dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020. Dalam pertemuan itu, Azis menyampaikan kepada Stepanus bahwa Syahrial sedang diperiksa KPK atas dugaan kasus korupsi dan meminta Stepanus membantu Syahrial.

Firli memastikan KPK tidak akan berhenti mengusut tuntas kasus ini. Pihaknya juga akan mendalami lebih jauh keterlibatan Azis dalam kasus ini.

Firli juga mengungkapkan bahwa mereka  akan terus melakukan upaya guna mengungkap kasus tersebut dan apa yang sudah diperbuat AZ sebagai Wakil Ketua DPR RI.

“Nanti setelah itu kita lihat perbuatannya apa, uraian perbuatannya, barang bukti apa lagi, petunjuknya apa, dokumennya apa. Karena unsur pidana harus dipenuhi,” lanjutnya.

Terkait kasus ini, Azis hanya berkomentar, “bismillah, al fatihah”. Sebelumnya, KPK mengungkap kasus suap yang dilakukan penyidiknya dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju, dan Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai.

Stepanus dan kuasa hukumnya, Maskur Husain, meminta kepada Syahrial Rp 1,5 miliar agar KPK tidak menindaklanjuti kasus dugaan korupsi Pemerintah Kota Tanjungbalai. Syahrial kemudian menyetujui permintaan tersebut.

Selanjutnya, Stepanus yang merupakan penyidik ​​Polri membenarkan kepada Syahrial bahwa KPK tidak akan menindaklanjuti penyidikan tersebut.

Dalam hal ini Steppanus dan Maskur diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) sampai 1 KUHP. Sementara itu, Syahrial dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau pasal 13 UU Tipikor.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250