Komnas PA Melaporkan Pemilik Sekolah di Batu Atas Dugaan Kekerasan Sexual

  • Whatsapp
Komnas PA Melaporkan Pemilik Sekolah di Batu Atas Dugaan Kekerasan Sexual
banner 300x250

Havana88 – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melaporkan salah satu pendiri SMA SPI di Kota Batu, Jawa Timur, berinisial JE, terkait dugaan kekerasan seksual dan eksploitasi anak.

Pendiri sekolah tersebut diduga melakukan tindak kekerasan seksual, fisik dan verbal serta mengeksploitasi perekonomian puluhan siswa yang bersekolah di sana.

Read More

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait langsung melaporkan dugaan kasus tersebut ke Polda Jatim, Sabtu (29/5) didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu MD Furqon.

“Yang menyedihkan, sekolah yang dibanggakan Kota Batu dan Jawa Timur ini ternyata menyimpan kejahatan yang mencederai dan menghalangi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” kata Arist, di Polda Jatim.

Arist mengatakan, laporan ini bermula saat pihaknya menerima pengaduan dari salah satu korban aksi JE, sepekan lalu. Komnas PA kemudian menindaklanjuti dengan mengumpulkan informasi lainnya dari mahasiswa dan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Alhasil, ditemukan jumlah korban tidak hanya satu atau dua orang, tapi mencapai puluhan.

“Yang harus dibantu supaya bisa berprestasi, malah dieksploitasi secara ekonomi, seksual, dan sebagainya,” ujarnya. Kata Arist, hal itu diduga sudah dilakukan sejak 2009 dengan korban puluhan mahasiswa.

Sementara itu, saat melapor, pihaknya juga mendatangkan tiga korban untuk langsung memberikan informasi kepada polisi.

“Sekitar 15 orang, tiga orang di antaranya begitu serius. Ada kemungkinan korban baru karena ini belum pernah terungkap dan tidak ditemukan,” katanya.

Dari hasil penggeledahan, pihaknya menemukan salah satu alumni sekolah tersebut yang pernah mengalami kekerasan pada 2009.

“Sudah lama sekali. Ada yang dimulai pada 2009, 2010, 2011. Bahkan hingga akhir 2020 saat Covid -19 pandemi,” jelasnya.

Ia mengatakan, JE diduga melakukan tindakan tidak terpuji ini tidak hanya kepada siswanya yang masih duduk di bangku sekolah. Tapi juga untuk alumni yang sudah lulus.

“Pemilik SPI melakukan tindak pidana seksual terhadap puluhan anak kelas 1, 2, dan 3 SMA hingga anak tamat sekolah masih mengalami tindak pidana seksual,” ujarnya.

Dari bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan, Arist melaporkan JE dengan pasal yang diduga berlapis. Diantaranya adalah pasal 80, 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ini masalah serius, bukan sekedar kejahatan biasa. Ini luar biasa,” pungkasnya. Secara terpisah, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) SPI Kota Batu, Risna Amalia Ulfa, membantah tuduhan kekerasan seksual, kekerasan fisik dan verbal, serta eksploitasi ekonomi terhadap siswanya.

Risna menjelaskan bahwa dirinya tidak mengenal pelapor dan apa motif pemberitaan tersebut. Menurutnya, sejak bekerja di sekolah tersebut, tidak pernah ada tuduhan tindak pidana.

Risna menuturkan bahwa ia duduk di sekolah ini sejak didirikan tahun 2007. Ia menjadi kepala sekolah dan ibu asrama hingga sekarang. Tidak pernah ada kejadian seperti yang diceritakan, sama sekali tidak ada.

Kini, pihaknya sedang menjajaki laporan tersebut. Ia juga mengatakan, ada pihak-pihak tertentu yang memiliki tujuan untuk menurunkan nama SMA SPI.

“Saat ini kami juga sedang berusaha mencari tahu lebih jauh tentang hal ini. Sepertinya ada yang punya tujuan buruk untuk SPI,” pungkas Risna.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250