Kominfo Sebut 279 Juta Data Bocor Diduga Kuat dari BPJS

  • Whatsapp
Kominfo Sebut 279 Juta Data Bocor Diduga Kuat dari BPJS
banner 300x250

Havana88 – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membenarkan bahwa data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan itu masuk dalam 279 juta data yang diduga bocor dan dijual di forum peretas Forum Raid.

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan temuan itu berasal dari analisis yang dilakukan terhadap satu juta sampel data yang didistribusikan secara gratis oleh akun bernama Kotz.

Read More

Dedy menyampaikan, ada 100.002 data kependudukan Indonesia yang terkonfirmasi dari satu juta data.

“100.002 data pribadi itu diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan,” kata Dedy di Gedung Kominfo, Jakarta, Jumat (21/5).

Dedy menyampaikan dugaan kuat bahwa data milik BPJS tersebut berasal dari sejumlah data yang bocor, yakni nomor kartu peserta BPJS, kode kantor BPJS, data keluarga, pertanggungan jaminan kesehatan, hingga status pembayaran asuransi.

Sedangkan dari total kebocoran 279 juta data yang sibuk dalam dua hari terakhir, merupakan gabungan dari peretas lain, tidak seluruhnya data milik BPJS Kesehatan. Kominfo memeriksa direksi BPJS.

Hari ini, Kominfo menyatakan telah mengirimkan surat panggilan kepada direksi BPJS Kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait data yang bocor di Forum Raid.

Di sisi lain, Dedy menyatakan bahwa akun Kotz adalah penjual dan membeli data pribadi. Tidak hanya dari Indonesia, Kotz juga disebut-sebut membeli data dan menjual data pribadi di negara lain melalui Raid Forums.

“Berdasarkan jejak digital yang ditelusuri Kominfo, pengguna bernama Kotz ini telah melakukan aktivitas jual beli data pribadi dalam beberapa bulan terakhir,” kata Dedy.

Sebelumnya, heboh 279 juta data penduduk Indonesia disinyalir bocor dan dijual di forum hacker Raid Forums pada 12 Mei 2021.

Berdasarkan pantauan, data tersebut diunggah oleh akun bernama kotz. Dalam uraian tersebut, data yang dimilikinya terdiri dari nama lengkap, KTP, nomor telepon, e-mail, NID dan alamat.

Akun tersebut juga menyediakan 1 juta data sampel gratis untuk diuji dari 279 juta data yang tersedia. Faktanya, akun tersebut menyebutkan ada 20 juta data foto pribadi dalam data yang dimilikinya.

Kepala Bidang Humas BPJS Iqbal Anas Ma’ruf sempat menanggapi. Menurutnya, kebocoran data di media sosial sudah menjadi konsumsi masyarakat.

Dia menegaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah data yang bocor itu berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan.

“Kami sudah menurunkan tim khusus untuk segera menelusuri dan menemukan sumbernya,” kata Iqbal, Kamis (20/5).

Namun, Iqbal menegaskan, BPJS Kesehatan secara konsisten memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan tetap terjaga dengan sebaik-baiknya.

Dengan big data yang kompleks dan tersimpan di server BPJS, diklaim memiliki sistem keamanan data yang ketat dan berlapis sebagai upaya untuk menjaga kerahasiaan data tersebut, termasuk data peserta JKN-KIS.

Selain itu, BPJS secara berkala mengaku berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan perlindungan data yang maksimal.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250