Kepolisian Daerah Yogyakarta Ungkap Kasus Sate Beracun

  • Whatsapp
Kepolisian Daerah Yogyakarta Ungkap Kasus Sate Beracun
banner 300x250

Havana88Kriminal, Kasus sate beracun di Bantul yang menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz (10), ternyata sempat berpindah tangan ke sejumlah orang. Dimana ini berhasil diungkap oleh Kepolisian Daerah Yogyakarta.

Sate beracun yang diduga kiriman tersangka berinisial NA tersebut, lebih dulu diterima oleh orang lain, yaitu istri Tomi, sebelum akhirnya disantap oleh Naba Faiz dan juga keluarganya. Polisi mengungkapkan bahwa Tomi adalah kenalan dari tersangka NA.

Read More

Diduga, pada awanya pelaku NA berniat memberikan sate beracun itu kepada seseorang bernama Tomi tersebut. Tetapi Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria, menuturkan bahwa kemungkinan besar, target pelaku meleset dan salah sasaran. Tersangka NA pun tidak berniat mengincar nyawa Naba, melainkan sasarannya ialah Tomi.

Burkan mengungkapkan di Mapolda DIY, Bantul, Senin (3/5), bahwa motif pelaku adalah sakit hati, karena si target (Tomi), menikah dengan orang lain, tidak dengan dirinya (NA).

Ini semua berawal ketika ayah Naba yaitu Bandiman yang merupakan seorang pengemudi ojek online merima sebuah paket dari pelaku NA. Kemudian di sebuah Masjid sekitaran Stadion Mandala Krida, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta ia (Bandiman) pun tidak sengaja bertemu pelaku NA dan pada akhirnya NA memesan jasa Bandiman tanpa menggunakan aplikasi.

Burkan mengungkapkan bahwa pwlaku sudah merencanakan prosesnya dimana dia berganti motor serta dia yang tidak biasanya berjilbab, hari itu berjilbab. Ia pun membuang jaket yang dipersiapkan. Sampai sekarang belum ditemukan, pengakuan pelaku dibuang di tempat sampah.

Kemudian, pesanan tersebut langsung diantarkan Bandiman ke kediaman Tomi di Kasihan, Bantul. Akan tetapi saat itu Tomi tidak berada di rumah dan sedang berada di luar kota. Maka dari itu Tomi meminta pada istrinya yang berada di rumah, agar sate tersebut diberikan kepada Bandiman saja.

Bandiman akhirnya membawa pulang sate tersebut ke rumah, untuk disantap sebagai hidangan berbuka puasa bersama istri dan dua anaknya.

Sesampainya di rumah, kemudian Bandiman bersama anak pertamanya mencicipi masing-masing satu tusuk sate, dan giliran istrinya, Titik Rini (33) dan Naba Faiz (10). Didalam paket tersebut ada juga bumbu sate dimana memang satu paket dengan kiriman satenya, lalu keduanya juga memakannya. Akan tetapi, istrinya dan Naba merasa bahwa rasa sate tersebut pahit, kemudian keduanya muntah-muntah dan akhirnya terjatuh.

Bandiman lalu segera membawa istri dan Naba ke RSUD Kota Yogyakarta. Di rumah sakit, nyawa Naba tak terselamatkan, sementara istrinya masih mendapatkan perawatan intensif.

Burkan juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah target utama benar (Tomi) atau keluarganya, kepolisian masih perlu memastikan target sebenarnya yang diincar oleh pelaku NA untuk melampiaskan rasa sakit hatinya terhadap Tomi.

Pada hari Jumat (30/4) polisi telah meringkus NA di kediamannya, Potorono, Banguntapan, Bantul.

NA mencampurkan bumbu sate tersebut dengan kalium sianida atau KCN.

Penyidik menduga niat untuk menghabisi nyawa Tomi sudah direncanakan pelaku NA sejak lama. Dilihat dari jejak belanja racun  kalium sianida (KCN) pada aplikasi belanja online yaitu sekitar akhir Maret 2021 yang lalu.

Pelaku NA akhirnya dikenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Dimana pelaku mendapat ancaman pidana mati, atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250