Kemenkes Meminta Daerah Tambah Petugas Pelacak Covid

  • Whatsapp
Kemenkes Meminta Daerah Tambah Petugas Pelacak Covid
banner 300x250

Havana88 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meminta pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten / kota untuk meningkatkan jumlah petugas atau pelacak contact tracing sebagai upaya mencegah lonjakan kasus virus corona pasca libur panjang Idul Fitri 1442 Hijriah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penambahan petugas tracer akan membantu memetakan kasus Covid-19 di suatu daerah sehingga diharapkan bisa berakselerasi lebih awal deteksi dan karantina yang tepat.

Read More

“Pemprov, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota menambah pelacak yang saat ini kami lakukan dengan meningkatkan kapasitas Babinsa dan Babinkamtibmas,” ujar Nadia kepada, Rabu (19/5).

Meski tidak menjelaskan secara detail jumlah pelacak tambahan yang diharapkannya, Nadia meminta pemerintah daerah berupaya menyesuaikan jumlah personel pelacak kontak dekat sesuai standar.

Juru Bicara Vaksinasi juga mengatakan, sejak Februari lalu pemerintah juga melibatkan unsur TNI / Polri sebagai pendamping untuk mendampingi tim medis dalam melakukan close contact tracing kasus infeksi virus corona di Indonesia.

Langkah ini dilakukan agar kegiatan penelusuran kasus Covid-19 di masyarakat bisa terlaksana secara masif dan konsekuen. Sehingga diharapkan dapat mendukung pencapaian strategi test, search, and follow up (3T) agar kurva kasus Covid-19 di Indonesia dapat terwujud.

“Pelacak potensial kemarin direkrut atau ditambah sesuai standar 30 / 100.000 warga,” ucapnya.

Lebih lanjut Nadia menjelaskan, keluaran kegiatan close contact case tracing ini juga akan dibantu Satgas Penanganan Covid-19 di level terkecil seperti desa atau kelurahan.

Ia mengatakan, temuan kasus di tingkat terkecil akan ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri yang dipantau secara ketat oleh RT / RW.

Dalam hal ini, isolasi diri dilakukan untuk pasien covid-19 yang tidak memiliki gejala atau sedang. Sedangkan pasien dengan gejala sedang dan berat disarankan untuk pergi ke fasilitas kesehatan.

“Isolasi mandiri dengan pengawasan RT / RW di kawasan itu, sehingga kita sebut micro lockdown,” pungkas Nadia.

Penularan Tinggi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyebut momen libur panjang seperti Lebaran berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 hingga 30-90 persen.

Menanggapi prediksi tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sebanyak 70 ribu tempat tidur alias tempat tidur isolasi untuk pasien terpapar Covid-19 di masing-masing rumah sakit Covid-19 di seluruh Indonesia.

Sementara 7.500 tempat tidur juga telah disiapkan untuk Intensive Care Unit (ICU). Adapun jumlah yang disiapkan, okupansi tempat tidur isolasi biasa baru mencapai 20 ribu, sedangkan tempat tidur ICU sudah mencapai 2.500 tempat tidur.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250