Kasus Pemerkosaan Tiga Anak Perempuan Yang Masih Duduk Di Bangku SD Dan SMP Di Pandeglang

  • Whatsapp
Kasus pemerkosaan tiga gadis yang masih duduk di bangku SD dan SMP di Pandeglang, Banten menemukan fakta baru. Salah satu pelakunya, AI ternyata sangat bejat karena memperkosa tiga korbannya dalam semalam.
banner 300x250

Havana88 –   Kasus pemerkosaan tiga gadis yang masih duduk di bangku SD dan SMP di Pandeglang, Banten menemukan fakta baru. Salah satu pelakunya, AI ternyata sangat bejat karena memperkosa tiga korbannya dalam semalam.

Pengakuan ini disampaikan langsung oleh AI saat diperiksa penyidik Unit PPA Polres Pandeglang. Di depan petugas, dia mengaku memperkosa ketiga korban.

Read More

“Ya Pak, tiga kali. Mereka melakukan hal yang sama untuk setiap korban,” kata pelaku, Sabtu (10/7/2021).

AI juga mengaku memiliki mata gelap karena tergiur dengan wajah salah satu korban. Melalui modus bertukar nomor ponsel ini, pelaku kemudian terus menerus merayu korban dan membujuknya agar mau meladeni nafsu bejatnya.

“Saya juga menjemput salah satu gadis, Pak, dan dia diundang ke rumah saya,” katanya.

Sementara pelaku lainnya, AP, mengaku baru satu kali melakukan aksi keji itu kepada salah satu korban. Sebelum kejadian, dia diajak oleh teman AI-nya untuk datang ke rumahnya agar bisa bertemu dengan ketiga gadis SD dan SMP ini.

“Sekali saja Pak. Saat itu saya diajak dia (menunjuk pelaku AP),” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil menangkap dua pelaku kasus pemerkosaan tiga siswi SD dan SMP di Pandeglang. Sementara itu, salah satu rekannya kabur dan masih diburu petugas.

Aksi keji para pemuda itu bermula saat ketiga korban dijemput pada Kamis (1/7) siang. Ketiga korban yang masih memiliki ikatan keluarga itu dibawa ke suatu tempat di Pandeglang dengan modus mengajak makan bersama atau babancakan.

Ketiga pria dewasa itu menawarkan untuk membiarkan gadis-gadis itu menginap dan berjanji untuk membawa mereka pulang keesokan harinya. Tak punya pilihan, ketiga korban menurut. Singkat cerita, para pemuda memperkosa para korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 81 jo Pasal 76D dan/atau Pasal 82 jo Pasal 76E UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250