Kasus Covid-19 di India Tembus 20 Juta, Pemerintah Setempat Sebut Penularan Melambat

  • Whatsapp
Kasus Covid-19 di India Tembus 20 Juta, Pemerintah Setempat Sebut Penularan Melambat
banner 300x250

Havana88 – Pada Selasa (4/5), total kasus Covid-19 di India tembus 20 juta, akan tetapi pemerintah setempat mengklaim bahwa penularan kasus Covid-19 di India mulai menunjukkan alami tanda perlambatan.

Total kasus Covid-19 di India mencapai 20,3 juta sejak tahun lalu, dimana AFP melaporkan data bahwa total kasus ini didapatkan setelah Kementerian Kesehatan India melaporkan adanya 357.229 infeksi corona dalam kurun waktu 24 jam belakangan. Maka dari laporan tersebut jumlah kasus bertambah dari 20 juta menjadi 20,3 juta kasus Covid-19.

Read More

Sedangkan orang meninggal akibat Covid-19 dalam 24 jam belakangan di India juga sebanyak 3.449. Sehingga, kasus kematian sejak pandemi merebak pada 2020 di India, dilaporkan dengan total 222.408.

Meski demikian, Lav Aggarwal selaku pejabat senior Kemenkes India, menuturkan bahwa data terbaru menunjukkan penurunan penularan corona di India.

Aggarwal berpendapat bahwa Jumat pekan lalu yang merupakan puncak penularan Covid-19 ini sudah terlewati. Pada saat itu, India melaporkan 402 ribu kasus dalam sehari. Ia juga berpendapat jika dianalisis, di India ada pergerakan menuju arah positif, akan tetapi tetap perlu dianalisis lebih lanjut untuk memantau perkembangan.

Akan tetapi, para pakar juga menganggap kasus harian Covid-19 di India ini sebenarnya lebih tinggi dari yang sudah dilaporkan oleh pemerintah setempat. Para pakar menilai pada 3-5 Mei akan mencapai puncak penularan kasus Covid-19.

Banyak pasien akhirnya dirawat di luar rumah sakit atau terpaksa harus pulang, ini karena rumah sakit di India masih kesusahan untuk melayani pasien yang terus berdatangan.

Para dokter di Indian pun meminta bantuan di berbagai media sosial agar pasiennya dapat bertahan, karena pasokan oksigen cair di berbagai rumah sakit juga mulai menipis.

Akibat Kasus Covid-19 yang kembali memuncak ini, 11 negara bagian dan wilayah lainnya pun mulai menerapkan berbagai pembatasan gerak untuk dapat meredam penularan Covid-19.

Namun, Narendra Modi selaku Perdana Menteri India enggam menerapkan penguncian wilayah (lockdown) nasional karena di khawatirkan akan berdampak pada ekonomi di India.

Pemerintah pusat India banyak didesak oleh  para epidemiolog untuk bergegas menerapkan lockdown menyeluruh agar penanganan Covid-19 dapat efektif.

Bhramar Mukherjee selaku  epidemiolog dari Universitas Michigan berpendapat hanya isolasi mandiri secara nasional dan mendeklarasikan darurat medis yang dapat membantu menangani kebutuhan kesehatan saat ini.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250