Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara di Cek Kejiwaannya Oleh Polisi

  • Whatsapp
Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara di Cek Kejiwaannya Oleh Polisi
banner 300x250

Havana88 – Sambodo Purnomo selaku Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba koordinasi dengan Bidokkes Polda Metro Jaya, untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan atas pelanggar lalu lintas yang mengaku warga kekaisaran Sunda Nusantara, yang bernama Rusdi Karepesina, Jakarta, Rabu (5/5).

Ia menjelaskan untuk tindaklanjut proses hukum terhadap Rusdi, maka perlu dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

Read More

Selain itu juga dengan memeriksakan kejiwaan, itu bertujuan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan mampu mengendarai kendaraan atau tidak.

Karena apabila yang bersangkutan ada gangguan kejiwaan apakah disorientasi dan sebagainya yang justru nanti kalau betul (gangguan jiwa) maka sangat membahayakan, karena bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Sejauh ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro, Rusdi masih diperiksa perihal motifnya dan peluang apakah ada unsur pidana yang terkait dengan temuan surat atau kartu tentang Kekaisaran Sunda Nusantara. Lalu juga ada 11 surat atau kartu yang disita oleh polisi, surat tersebut antara lain kartu anggota Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara (TKSN), Surat Kelayakan Mengemudi (SKM) A terbitan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara, serta ada juga Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) SN 45 RSD terbitan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Selain itu, polisi juga turut menyita satu topi Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara berpangkat bintang dua.

Sambodo menuturkan bahwa sampai saat ini, Rusdi masi diperiksa di Satuan Serse guna mengetahui motifnya mengaku dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

Kasus ini berawal pada saat seorang polisi menilang sebuah mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor pelat SN-45-RSD warna biru di ruas Jalan Tol Cawang.

Akan tetapi, saat dimintai surat-surat kendaraan, pengemudi justru memberikan STNK terbitan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Karena kejadian itu, Rusdi diberikan surat tilang karena tidak mempunyai STNK serta nomor polisi yang tidak sesuai ketentuan.

Rusdi mengaku kepada kepolisian bahwa ia adalah jendral bintang dua Kekaisaran Sunda Nusantara.

Rusdi akhirnya dikenakan sanksi tilang berdasarkan Pasal 288 dan 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), atas pelanggaran tersebut.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250