Gubernur Jawa Timur Khofifah Izinkan Salat Id di Zona Oranye

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Timur Khofifah Izinkan Salat Id di Zona Oranye
banner 300x250

Havana88 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengizinkan warga Jawa Timur melaksanakan sholat Idul Fitri 1442 Hijriah di zona oranye atau berisiko sedang tertular Covid-19.

Hal tersebut bertentangan dengan surat edaran Menteri Agama dan imbauan Wali Kota Surabaya Eri Chayadi agar shalat Idul Fitri di zona merah oranye virus corona dapat dilaksanakan di rumahnya masing-masing.

Read More

Khofifah mengaku telah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda setempat.

Menurut dia, masjid zona kuning diperbolehkan 50 persen, dengan protokol yang ketat, sedangkan masjid di zona oranye berhak menyelenggarakan shalat Idul Fitri dengan batas maksimal 25 persen dari total kapasitas jemaah, Minggu (9/5) malam.

Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia ini mengatakan, untuk menentukan daerah mana saja yang boleh dan tidak untuk melaksanakan shalat Id, sebaiknya pemerintah menggunakan pemetaan wilayah pada skala Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM), bukan zonasi per. distrik / koya.

“Pada dasarnya PPKM Mikro sudah kami petakan. Peta itu harus peta mikro, bukan peta kota / kabupaten,” ujarnya.

Jika berdasarkan zonasi PPKM Mikro, kata Khofifah, tidak ada lagi satu wilayah berbasis RT / RW yang masih berisiko tinggi atau zona merah Covid-19. Untuk itu, setiap daerah berhak menyelenggarakan shalat Idul Fitri dengan protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya masjid yang ada di desa tersebut hanya bisa dikunjungi oleh warga sekitar saja. Tidak ada warga yang mengunjungi masjid di luar lingkungan mereka.

“Jadi kalau ada desa yang masuk zona hijau atau kuning dari desa asal jemaahnya jangan melintasi desa itu, kalau seperti itu insya Allah lebih aman,” ujarnya.

Salah satu masjid yang telah disetujui Khofifah untuk menyelenggarakan shalat Id berjamaah adalah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Ia pun meminta masjid-masjid lain di Jawa Timur meniru persiapan yang dilakukan pengelola masjid terbesar kedua di Indonesia itu.

Di Al Akbar, kehadiran jemaah dibatasi hingga 25 persen dari total kapasitas. Warga yang hendak shalat di masjid saat Idul Fitri juga diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan KTP.

Tak hanya itu, pengelola masjid juga telah menyiapkan skema agar jemaah tidak berdesak-desakan setelah atau menjelang shalat, yakni dengan menyediakan jemaah kantong plastik untuk menyimpan alas kaki.

Jemaah juga dilarang bersalaman, mengobrol dan menyapa saat berada di dalam masjid. Saat shalat, jemaah juga diberi jarak. Lalu ada protokol kesehatan yang tidak kalah pentingnya yaitu aturan wajib pakai masker, cuci tangan dan cek suhu tubuh.

Sebelumnya, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) resmi mengeluarkan surat edaran Pedoman Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri 1442H / 2021 di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19).

Salah satu poin SE ini adalah mengatur sholat Idul Fitri di wilayah yang berstatus zona merah dan zona oranye agar virus corona dapat dilaksanakan di rumahnya masing-masing.

Surat edaran tersebut juga mengatur shalat Idul Fitri yang dapat dilaksanakan berjamaah di masjid dan lapangan hanya di wilayah yang dinyatakan aman dari Covid-19. Aman diartikan sebagai zona hijau dan status zona kuning berdasarkan penetapan otoritas.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250