Edy Telepon Ahok Salahkan Pertamina Lantaran Diprotes soal BBM Naik

  • Whatsapp
Edy Telepon Ahok Salahkan Pertamina Lantaran Diprotes soal BBM Naik
banner 300x250

Havana88 – Gubernur Edy Rahmayadi menelepon sembari melemparkan kesalahan kepada Basuki T. Purnama atau sering dipanggil Ahok selaku  Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), lantaran ia diprotes warga perihal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sejak 1 April 2021, diketahui, BBM non-subsidi di Sumut naik Rp200 per liter. Penyesuaian dengan perubahan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) khusus bahan bakar non-subsidi dari 5,5 persen menjadi 7,5 persen di wilayah Sumut  merupakan alasan terjadinya kenaikan. Karena hal tersebut, warga dari berbagai kalangan melayangkan protes, Rabu (5/5).

Read More

Saat ditemui di di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Rabu (5/5), Edy menirukan obrolannya dengan warga, “Saya ditanya, ‘Pak, kenapa Pertamina menaikkan minyak karena Pergub bapak?’”ucap Edy.

Edy menjawab bahwa ia tidak mengetahui persoalan ini, lalu Edy pun langsung menghubungi Komisaris Utama PT Pertamina Ahok dan menanyakan masalah kenaikan BBM tersebut. Ia menuturkan bahwa dalam persoalan ini ialah pertamina yang salah.

“Kalau ini persoalannya, Pertamina yang salah. Langsung saya telepon Ahok. Ahok saya telpon karena dia Komut Pertamina. ‘Hei Ahok, kenapa klean naikkan BBM gara-gara Pergub ku? Lalu dijawab (oleh Ahok), ‘enggak ada itu, Bang’,” ungkap Edy.

Edy menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Sumut yang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi (PE) di masa pandemic adalah merupakan alasan atau terkait dengan perubahan PBBKB itu sendiri.

Pada saat itu, provinsi yang lain sudah terlebih dahulu menaikkan PBBKB. Lalu ia lanjut menjelaskan dimana pada 10 Maret  2020 pertumbuhan ekonomi Sumut masih 5,22 persen, akan tetapi Sumut dan Aceh belum melakukannya. Di dalam peraturan, bisa dinaikkan sampai  sebanyak 10 persen PBBKB tersebut.

Ia kemudian menjelaskan jika pada saat itu ia tak mau menaikkannya dengan alasan itu merupakan cadangan devisanya selaku gubernur.

Edy menjelaskan bahwa perekonomian Sumut mengalami kontraksi 1,07 persen pada 2021, karena itu, ia mengeluarkan Peraturan Gubernur Sumut perihal perubahan tarif PBBKB khusus untuk bahan bakar non-subsidi, dimana dari 5,5 persen naik ke 7,5 persen di wilayah Sumatera Utara.

Ia menjelaskan bahwa dari 5,22 persen, tahun 2021 dia minus menjadi 1,07 persen. Untuk menutupinya maka ia menaikkan PBBKB menjadi 2,5 persen, kemudian ia komunikasikan dengan Komisi C.

Dan pada akhirnya ditandatangani oleh Komisi C, dapat Rp303 miliar, sehingga ia punya cadangan 2,5 persen lagi. Apabila tidak terkejar lagi maka dia akan menaikkan menjadi 10 persen.

Pada sebelumnya, Taufikurachman selaku Unit Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumatra Bagian Utara membenarkan adanya kenaikan harga BBM per tanggal 1 April 2021, itu karena menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2021 perihal Petunjuk Pelaksanaan PBBKB, Kamis (1/4).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250