DPR Sebut Ketahanan Siber Lemah, 279 Juta Data Penduduk Bocor

  • Whatsapp
DPR Sebut Ketahanan Siber Lemah, 279 Juta Data Penduduk Bocor
banner 300x250

Havana88 – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan ketahanan siber Indonesia lemah. Hal tersebut menanggapi temuan bahwa 279 juta data Indonesia yang diduga milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dibocorkan dan dijual di forum hacker Forum Raid.

Menurut dia, insiden kebocoran data dan penjualan ilegal sudah berulang kali terjadi. Mulai dari data pengguna situs jual beli hingga data milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Read More

“Sudah sangat sering terjadi kebocoran data pribadi di internet. Baik itu data pribadi di ranah privat seperti data di Tokopedia, Bukalapak, Lazada, maupun seperti data di badan publik seperti bocornya data pasien. ”Covid-19, data pemilu di KPU. Itulah lemahnya ketahanan siber kita padahal BPJS selalu menjaga kerahasiaan data peserta, “kata Sukamta, Jumat (21/5).

Ia menyatakan, pemerintah harus segera mengusut kasus ini agar sumber kebocorannya menjadi. jelas. Menurutnya, langkah mitigasi juga harus dilakukan agar data yang sudah bocor bisa dihentikan dan dimusnahkan.

“Pemerintah juga harus mengantisipasi dampak kebocoran data ini, apakah setelah ini akan ada serangan lain di dunia maya yang dapat mengguncang ketahanan dunia maya kita. Dan harus ada langkah ke depan agar hal seperti ini tidak terulang lagi, ”kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR.

RUU PDP Mandek

Sukamta juga menilai hal penting yang perlu dilakukan dalam menyikapi hal tersebut.

Temuan dugaan 279 kebocoran data BPJS Kesehatan ini untuk melengkapi pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

Ia mengakui pembahasan RUU PDP saat ini sedang berlangsung karena ada perbedaan pandangan dalam menentukan bentuk data pribadi perlindungan otoritas.

Namun, menurut dia, dugaan temuan 279 kebocoran data BPJS Kesehatan bisa menjadi tamparan bagi pihak-pihak terkait bahwa bentuk kewenangan yang paling tepat adalah lembaga independen.

”Apa jadinya jika badan publik, akibat kelalaiannya, menyebabkan perlindungan data pribadi gagal. Aneh kalau badan publik menghukum sesama badan publik, “kata Sukamta.

“Bab ini harus segera menemukan kesepakatan, agar upaya perlindungan data pribadi bisa segera dilakukan. payung hukum yang kuat bagi swasta, publik termasuk badan publik, ”imbuhnya.

Sebagai informasi, 279 juta data penduduk Indonesia diduga dibocorkan dan dijual di forum hacker Raid Forums pada 12 Mei 2021. Data tersebut diunggah oleh akun bernama kotz. Dalam uraian tersebut, data yang dimilikinya terdiri dari nama lengkap, KTP, nomor telepon, e-mail, NID dan alamat.

Akun tersebut juga menyediakan 1 juta sampel data gratis untuk diuji dari 279 juta data tersedia. Bahkan, akun tersebut menyebutkan ada 20 juta data foto pribadi dalam data yang dimilikinya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah mengajukan pemblokiran atas dua dari tiga data tersebut untuk mengunduh satu juta dari 279 juta data penduduk Indonesia yang dibocorkan dan dijual oleh Raid Forums.

“Sampai pagi ini ada dua tautan yang terputus,” kata Dedy kepada wartawan di Gedung Kominfo, Jakarta, Jumat (21/5). “Kami sangat mendesak pengelola situs web untuk segera mencabut atau menghentikan akses,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250