Di Jakarta Selatan, Pabrik Rumahan Tembakau Sintetis Digerebek

  • Whatsapp
Di Jakarta Selatan, Pabrik Rumahan Tembakau Sintetis Digerebek
banner 300x250

Havana88 – Polisi membongkar pabrik tembakau sintetis di Jakarta Selatan. Polisi juga menyita sekitar 400 bungkus tembakau sintetis dari industri rumahan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Ardiansyah mengatakan, pengungkapan bermula saat polisi mencocokkan pengguna tembakau sintetis berinisial KRP.

Read More

“Kami mendapatkannya (KRP) untuk dibeli dari IA,” kata Azis kepada wartawan, Jumat (28/5).

Polisi kemudian bergerak mencari tersangka IA. Penyidik ​​akhirnya menangkap IA di Kabupaten Tangerang, dengan ditemukannya barang bukti 11,6 gram tembakau sintetis. Lebih lanjut, dari keterangan IA, polisi mengetahui bahwa ada produsen tembakau sintetis berinisial AM.

Menurut polisi, AM mencampur tembakau sintetis di rumahnya. Dari penangkapan AM, polisi menemukan 16 bungkus tembakau sintetis seberat 92,5 gram dan dua bungkus besar seberat 57,6 gram.

Selain itu, polisi menemukan beberapa alat produksi tembakau sintetis. Azis mengatakan, dalam operasi tersebut tersangka AM tidak bergerak sendiri. Menurutnya, AM dibantu kurir berinisial AH sebagai kurir untuk mendistribusikan tembakau sintetik.

Berdasarkan keterangan tersangka, pabrik tembakau sintetis rumahan ini sudah berjalan selama satu tahun. Tersangka AM memasarkan tembakau dalam berbagai kemasan. Ia mencontohkan, untuk ukuran 5R atau 5 gram dijual dengan harga Rp 450 ribu.

Kemudian untuk kemasan 10R atau 10 gram dijual dengan harga Rp. 800 ribu. Paket 25R atau 25 gram dihargai Rp1,75 juta, lalu ada paket 50R atau 50 gram Rp3 juta, serta paket 100R atau 100 gram dijual dengan harga Rp5,5 juta.

Polisi juga menyita 400 paket tembakau sintetis. Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sabu asal Cina

Dari Sulsel, sebanyak 11.625 kilogram narkotika jenis sabu asal Cina disita petugas Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Sulsel di empat wilayah berbeda.

Keempat wilayah tersebut meliputi Kota Parepare, Kabupaten Sidrap dan Wajo serta Kabupaten Tana Toraja. Delapan orang menjadi pelaku dengan inisial AAZ, BHT, INR, ASK, SHB, SY, ASW dan RND. Sedangkan dua pelaku lainnya masih mengejar BNNP Sulsel.

Sebanyak 11 kg sabu diamankan di tiga TKP di Parepare, Sidrap, Wajo dan 625 gram di Tana Toraja, kata Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Ghiri Prawijaya.

“Diduga mereka kelompok jaringan internasional tapi kita masih dalam jaringan. Sabu ini masuk ke Sulawesi Selatan lewat laut di Pelabuhan Parepare. Sehingga BNN Sulsel bekerjasama dengan Bea dan Cukai Sulbangsel berhasil mengetahuinya. keberadaan barang haram tersebut, ”ujarnya.

Pelakunya dijerat Pasal 114 ayat (2) subsidaer Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250