Debat dengan Direktur KPK Batal, Firli Tak Datang

  • Whatsapp
Debat dengan Direktur KPK Batal, Firli Tak Datang
banner 300x250

Havana88 – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tidak hadir dalam debat wawasan kebangsaan dengan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Dirsoskam) KPK, Giri Suprapdiono.

Debat tersebut awalnya digelar di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 14.00 WIB, disiarkan langsung melalui akun YouTube Jakartanicus dan dibawakan oleh Najwa Shihab secara online. Namun hingga 45 menit acara, Firli tidak hadir.

Read More

Debat hanya dihadiri oleh Giri dan peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana yang mendampingi Giri di ruang debat, ruang pers KPK.

“Teman-teman kita masih menunggu, tapi Pak Firli Bahuri belum datang memenuhi undangan kali ini,” kata Kurnia.

Ditemui usai acara, Giri mengaku tidak langsung menantang Firli untuk berdebat. Ia hanya menerima tantangan dari netizen yang menawarkan untuk berdebat dengan Firli.

Menanggapi tantangan tersebut, melalui cuitannya, Giri mempertaruhkan posisinya dalam debat tersebut. Ia menantang Firli untuk mundur jika kalah debat tentang wawasan kebangsaan, juga dirinya.

“Jadi dengan konsekuensi itu, hari ini, kalau memang ada yang belum siap mengundurkan diri, saya kira bisa ditanyakan ke yang bersangkutan,” kata Giri.

Namun di luar itu, kata Giri, dia menyetujui tawaran ini karena ingin mengedukasi masyarakat. Ia juga menyindir tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai proses perubahan status pegawai lembaga antikorupsi menjadi ASN tertutup.

Giri kecewa karena sejak awal tidak pernah diinformasikan mengenai proses metodologinya, hingga berita penonaktifannya bersama 74 karyawan lainnya.

“Ujian wawasan kebangsaan ini benar-benar tertutup. Kita tidak pernah tahu siapa 75. Tidak pernah tahu 51. Tidak pernah tahu proses, metodologi, bahkan orang yang mewawancarai kita juga tidak tahu,” kata Giri.

Ke-51 pegawai yang dimaksud Giri adalah mereka yang dianggap “merah” dan belum diberi kesempatan untuk bergabung kembali dengan KPK. Sedangkan 24 pegawai lainnya masih diberikan kesempatan menjadi ASN dengan syarat mengikuti pelatihan bela negara.

“Jadi saya kira transparansi yang merupakan ciri dari good general governance dilanggar dalam proses ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu panitia debat membenarkan ketidakhadiran Firli dalam debat tersebut. Begitu juga dengan Kurnia yang memandu acara. Namun, Kurnia belum mengetahui penyebab pasti absennya jenderal bintang tiga itu.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250