Dampak PPKM Darurat, Pedagang Malioboro Yogya Bakal Jual Aset

  • Whatsapp
Dampak PPKM Darurat, Pedagang Malioboro Yogya Bakal Jual Aset
banner 300x250

Havana88 – Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata Malioboro Kota Yogyakarta terancam akan menjual asetnya karena terkena dampak kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat.

Presidium PKL Malioboro Sujarwo mengatakan sangat mungkin setelah ini akan lebih banyak PKL yang bertahan dengan menjual asetnya masing-masing, juga dari pinjaman koperasi dan lembaga keuangan berbunga tinggi lainnya.

Read More

Namun, kata Sujarwo, PKL siap menerima ketentuan PPKM darurat, meski bagi mereka ini kenyataan pahit.

“Meski pahit, PKL bisa mengerti kebijakan itu. Kami akan patuhi. Apalagi setuju atau tidak setuju, tetap akan ditegakkan,” kata Sujarwo, Sabtu (3/7).

Ia mengatakan aturan darurat PPKM yang melarang makan di tempat atau take away dan delivery sama sekali tidak sesuai dengan karakter pedagang kaki lima kuliner di kawasan Malioboro. Selama ini, tempat wisata mengandalkan makan di tempat sebagai keistimewaan.

“Yang paling parah dapur keluarga mereka, tergantung buka atau tidak, mereka jual. Karena mereka bukan karyawan atau sejenisnya yang menerima gaji setiap bulan,” lanjut Sujarwo.

Ia juga berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meringankan beban keluarga pedagang kaki lima.

Termasuk memastikan ketersediaan modal ketika nantinya mereka diperbolehkan untuk berdagang seperti biasa lagi.

Mereka meminta kebijakan PPKM ini dievaluasi dari hari ke hari. Karena secara ekonomi berdampak besar bagi nasib keluarga PKL dan pelaku ekonomi rakyat.

Secara terpisah, Paguyuban PKL Malioboro yang tergabung dalam Koperasi Tri Dharma yang berlokasi di sebelah barat Malioboro juga menyatakan siap mematuhi peraturan PPKM darurat yang diatur melalui Instruksi Gubernur DIY dan Instruksi Walikota Yogyakarta.

“Kami menghimbau kepada seluruh anggota Koperasi Tri Dharma untuk dapat menjalankan ketentuan sesuai dengan edaran (petunjuk) dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua Koperasi Tri Dharma PKL Paguyuban Malioboro, Rudiarto dalam keterangannya.

Pihaknya mengimbau kepada pedagang yang tidak berjualan untuk tetap di rumah selama 3-20 Juli 2021.

Berdasarkan pantauan, pada hari pertama pelaksanaan PPKM darurat, sejumlah PKL di depan Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro tampak sepi, Sabtu (3/7) pagi. Salah satu pedagang soto ayam yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dagangannya sudah sepi bahkan sejak diberlakukannya PPKM mikro. Dengan adanya PPKM darurat ini, warung semakin sepi.

“Tapi tadi pagi ada yang datang. Makan di sini tapi sendirian,” akunya.

Berdasarkan Instruksi Gubernur DIY Nomor 17/INSTR/2021 dan Instruksi Walikota Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat, diatur hanya menerima jasa antar atau tidak menerima makan di tempat sama sekali.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait PPKM darurat. Ia menilai, tidak semua pedagang dan pelaku usaha tidak memahami regulasi terkini.

“Awalnya kami sosialisasikan. Malam ini kami akan mulai aktif beroperasi. Mungkin sekarang kami tidak mengerti, tapi kami tidak tahu apakah ada yang sengaja melakukannya. Tapi mudah-mudahan kami tidak mengerti,” katanya saat dihubungi di hari Sabtu.

Namun, ke depannya, pihaknya tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas jika ada restoran yang nekat membuka layanan makan di tempat ini atau dine.

“Ya kita bubar, tidak kita tutup. Hanya fasilitas makan di tempatnya saja yang beres. Kita harus take away,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250