Begini Alasannya Bank Ramai-ramai Pindah Dari Aceh

  • Whatsapp
Begini Alasannya Bank Ramai-ramai Pindah Dari Aceh
banner 300x250

Havana88 – Sejumlah bank nasional akan ‘hengkang’ dari Provinsi Aceh tahun ini. Mulai dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, hingga PT Bank Panin Tbk. Sebagian besar akan menutup kantor cabang konvensional dan mengalihkannya ke lini bisnis syariah seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, dan CIMB Niaga.

Namun, ada juga yang pergi selamanya, yaitu Bank Panin. Keputusan itu diambil bank karena harus mematuhi ketentuan Pemerintah Provinsi Aceh. Ketentuan tersebut tertuang dalam Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang berlaku sejak diundangkan pada tanggal 4 Januari 2019.

Read More

“Lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh berpedoman pada prinsip syariah. Aqad keuangan di Aceh menggunakan prinsip syariah, kata Pasal 2 Qanun LKS, Jumat (16/4).

Dengan demikian semua layanan bank dan produk keuangan yang dapat diakses di Aceh hanyalah yang berskema syariah. Aktivitas keuangan konvensional atau non syariah harus ditutup dan tidak boleh diberlakukan.

Pasal 5 menyebutkan bahwa kebijakan ini sengaja diambil agar perekonomian Aceh di masa mendatang menjadi lebih Islami. Apabila qanun tersebut dilanggar, terdapat beberapa sanksi yang akan diberikan yaitu denda berupa uang, peringatan tertulis, pembekuan kegiatan usaha, pemberhentian direksi, dan pencabutan izin usaha.

Oleh karena itu, seluruh lembaga jasa keuangan konvensional diberi waktu untuk mengikuti qanun sejak aturan berlaku pada awal tahun 2019 hingga akhir tahun 2021.

Sebab, mulai Januari 2022, lembaga jasa keuangan konvensional atau yang tidak menggunakan prinsip syariah tidak ada. lagi diizinkan beroperasi di Aceh.

“Pada saat Qanun ini berlaku, lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh wajib melakukan penyesuaian terhadap Qanun ini paling lambat tiga tahun sejak Qanun ini diundangkan,” jelas Pasal 65.

Bank nasional yang memiliki kantor cabang di Aceh juga sudah mulai melakukan penyesuaian. melakukan penyesuaian. BRI, misalnya, akan menutup 11 kantor cabang di Aceh hingga akhir tahun ini. Begitu pula dengan BNI yang akan menutup 32 kantor cabang dan 47 kantor cabang Bank Mandiri.

Namun, ketiga bank pelat merah ini akan mengganti jasanya dengan bank syariah yang dibentuk bersama, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI. Langkah serupa dilakukan CIMB Niaga. Bank swasta tersebut akan menutup dua kantor cabang dan mengalihkannya ke kantor cabang CIMB Niaga Syariah yang merupakan anak perusahaan. Berbeda dengan empat bank besar, Bank Panin memilih hengkang selamanya.

Sekretaris Perusahaan Bank Panin Jasman Ginting mengatakan perseroan memilih tidak melanjutkan usahanya di Aceh, padahal sebenarnya memiliki lini bisnis syariah, yakni PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

“Strategi pengembangan bisnis anak usaha kami sejalan dengan perkembangan teknologi beserta pertimbangan lainnya. Saat ini belum perlu membuka cabang di Banda Aceh,” kata Jasman.

Dengan demikian, satu kantor cabang dan satu kantor kas akan ditutup untuk beroperasi pada Juni 2021.

Meski begitu, belum ada informasi lebih lanjut dari manajemen Bank Panin mengenai nasib karyawan di kantor cabang dan kantor kasnya di masa mendatang setelah operasional resmi ditutup.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250