Balada Prostitusi Online Kelas Cere Kebumen, Ternyata Germonya Masih Remaja

  • Whatsapp
Balada Prostitusi Online Kelas Cere Kebumen, Ternyata Germonya Masih Remaja
banner 300x250

Havana88Kriminal, Pemuda tanggung berinisial WN (20) tertunduh lesu. Ia merupakan warga desa Kecitran, kecamatan Purwareja Klampok, Banjanegara yang ditangkap Saktreskrim Polres Kebumen, atas tindak kriminal prostitusi online di kabupaten Kebumen, pada Kamis, 22 April 2021.

WN yang masih berusia remaja ini berperan sebagai mucikari prostitusi online. Ia menjajakan para perempuan penghibur melalui aplikasi bernama WeChat.

Read More

AKP Afiditya Arief Wibobo, Kasat Reskrim Polres Kebumen, pada Jumat, 30 April 2021 menyatakan, tersangka menyebarkan pesan kepada orang-orang yang ada di kontaknya secara broadcast. Lalu, jika ada yang berminat, maka akan langsung menghubungi.

Ketika ada pria hidung belang yang berminat, si germo menawarkan harga Rp700 ribu sekali kencan. Setelah tawar menawar, biasanya keduanya sepakat pada harga Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Afiditya menjelaskan, Jadi, dari penawaran itu, tersangka bisa memperoleh keuntungan 50 persen setiap transaksinya.

Setelah tercapai kesepakatan harga, tersangka menyiapkan perempuan penghibur di dalam hotel.

Selanjutnya tersangka dan pelanggan bertemu untuk transaksi. Tersangka menyerahkan kunci hotel kepada pelanggan.

Sudah Dua Bulan Beroperasi

Dari 50 persen nilai transaksi yang didapat tersangka, ia harus membayar biaya hotel dan makan untuk perempuan yang menjadi mitranya. Namun, dalam semalam, ia bisa transaksi lebih dari sekali.

Dari pengakuan tersangka, selama beroperasi sudah empat perempuan yang bermitra dengannya. Transaksi terakhir adalah perempuan keempat yang ia jajakan melalui aplikasi pencarian jodoh itu.

Tersangka mengaku bahwa aksinya sudah dilakukan kurang lebih selama dua bulan.

Dari penangkapan tersangka, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua ponsel android merk Xiaomi  Note 7 dan Realmi C 11, alat kontrasepsi, tisu, kunci kamar hotel dan uang tunai sebesar Rp1 juta hasil transaksi.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 2 ayat ( 1 ) UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat ( 1 ) Jo Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUH Pidana dan atau Pasal 506 KUH Pidana.

Tersangka terancam penjara paling lama 6 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250